Bangkalan, REALITA — Persoalan pemerataan akses listrik masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Hingga kini, sebanyak 976 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut dilaporkan belum menikmati aliran listrik untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat masih harus mengandalkan penerangan sederhana seperti lampu petromax hingga obor, terutama ketika malam hari.
Wakil Bupati Bangkalan, Mohammad Fauzan Ja’far, mengatakan data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pemerataan jaringan listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengusulkan sejumlah lokasi untuk masuk dalam program listrik pedesaan saat menghadiri rapat di PLN Induk Distribusi Jawa Timur.
“Untuk tahun 2026 ini, kami sudah mengusulkan 49 desa yang tersebar di 12 kecamatan,” ujar Fauzan, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, upaya pemerataan tidak berhenti pada usulan kepada PLN. Pemkab Bangkalan juga telah menyampaikan 444 usulan kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur serta 246 usulan kepada Kementerian ESDM.
Fauzan menegaskan, pemerintah daerah siap melakukan pemutakhiran maupun penambahan data agar masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dapat masuk dalam program penyediaan listrik.
“Kami juga siap melakukan pemutakhiran maupun penambahan data usulan melalui sistem yang disediakan PLN dan Kementerian ESDM agar kebutuhan masyarakat yang belum teraliri listrik dapat terakomodasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Fauzan menilai kebutuhan energi listrik di Madura ke depan tidak semestinya hanya bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa yang selama ini tersambung melalui jaringan transmisi di Jembatan Suramadu.
Menurutnya, Bangkalan memiliki potensi sumber energi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat Madura.
Salah satu potensi tersebut adalah gas alam yang dikelola dari Blok WMO (West Madura Offshore).
“Kita punya banyak potensi, karena gas alam yang dikelola Blok WMO (West Madura Offshore) itu bisa menjadi salah satu sumber energi,” katanya.
Atas dasar itu, Fauzan mendorong agar rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, yang sebelumnya sempat mandek, dapat kembali dikaji.
Menurutnya, keberadaan pembangkit listrik di wilayah Madura dapat menjadi salah satu langkah menuju kemandirian energi sekaligus memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat.
“Sumber energinya kita sudah ada. Sehingga kita usulkan juga agar PLTG Gili Timur itu bisa dikaji kembali,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap berbagai usulan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan elektrifikasi, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang harus menjalani aktivitas malam hari tanpa akses listrik yang memadai.
Emha












