Bangkalan, REALITA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai memasang harapan besar pada masuknya investasi internasional untuk menggerakkan perekonomian daerah. Tak sekadar mengejar nilai investasi, Pemkab menargetkan keberadaan kawasan industri nantinya mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura dengan dua investor internasional, Kamis (10/9/2026).
MoU tersebut ditandatangani CEO Wiraraja sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Ahmad Ma’ruf Maulana bersama Vice President Odasco LLC dan Chairman Suzhou Artisan Decoration Engineering Co Ltd.
Bupati Lukman menilai kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pengembangan kawasan industri terpadu di Bangkalan. Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan efek berantai terhadap perekonomian, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi terutama bagi masyarakat.
“Peluang investasi ini sangatlah penting dan dapat membuka kesempatan bagi Madura, khususnya Bangkalan, untuk naik level (naik kelas). Ini adalah kunci strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan daerah, seperti penguatan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lukman.
Pemkab Bangkalan, kata dia, akan mengambil posisi sebagai pihak pendukung dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sejumlah perangkat regulasi juga tengah dipersiapkan untuk memberikan kepastian bagi pengembangan sektor industri.
Persiapan tersebut meliputi regulasi melalui peraturan daerah (Perda), serta berbagai ketentuan teknis dan administratif yang diperlukan untuk menunjang kegiatan investasi.
Namun, di balik optimisme masuknya investor asing, Pemkab Bangkalan menegaskan satu hal yang menjadi perhatian utama, yakni jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah tumbuhnya kawasan industri.
Lukman menargetkan sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri nantinya dapat diisi putra-putri Bangkalan.
Target tersebut menjadi penting mengingat salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui percepatan investasi adalah tingginya kebutuhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan investasi nantinya tidak semata-mata diukur dari berapa banyak perusahaan yang masuk atau besarnya modal yang ditanamkan. Lebih jauh, investasi dituntut mampu memberikan manfaat nyata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemkab Bangkalan kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar terealisasi ketika kawasan industri mulai beroperasi.
Sebab, bagi masyarakat, investasi baru akan terasa manfaatnya ketika membuka pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan—bukan sekadar menjadi angka dalam laporan penanaman modal.
Emha












