Pasuruan, REALITA -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan sukses merampungkan pembangunan pintu pengatur banjir di Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan.
Langkah strategis ini diambil guna meminimalkan risiko genangan air di wilayah rawan terdampak menjelang masuknya musim hujan.
Pembangunan fasilitas pengendalian air tersebut diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal kontrak kerja dan saat ini telah memasuki tahap Provisional Hand Over (P-1) sehingga siap untuk difungsikan penuh.
Kepala Bidang Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan pengerjaan berjalan lancar tanpa ada keterlambatan.
”Progres sudah selesai, bahkan sudah masuk tahap P-1. Sesuai tenggat waktu kontrak, pengerjaan tidak mengalami keterlambatan,” ujar Bensu, Kamis (17/9/2026).
Bensu menjelaskan, pintu pengatur air ini memegang peranan krusial dalam mengendalikan volume aliran sungai. Selain meminimalkan luapan air saat curah hujan tinggi, keberadaan infrastruktur baru ini dirancang untuk mendukung tata kelola irigasi bagi sektor pertanian warga setempat.
Pengerjaan proyek di lapangan pun mendapat respons positif dari masyarakat lokal. Perwakilan pelaksana proyek dari CV Amelia, Iwan Suyanto, menyebutkan bahwa koordinasi dengan warga sekitar berjalan sangat baik sehingga pengerjaan fisik tidak menemui kendala berarti.
Sementara itu, Fikri, salah seorang warga Desa Toyaning, mengungkapkan apresiasinya atas realisasi fasilitas tersebut. Selama ini, warga terpaksa mengandalkan pintu air swadaya sederhana yang dibuat secara manual dengan kapasitas dan fungsi yang sangat terbatas.
”Selama ini pintu pengatur banjir dibangun secara manual lewat swadaya masyarakat dan fungsinya kurang maksimal. Kami sangat senang sekarang memiliki pintu pengatur banjir yang sudah sesuai standar. Semoga dapat berfungsi optimal,” tutur Fikri.(Abi/sul)
Editor/Sam*














