Pasuruan, REALITA — Keluhan warga Desa Kedungringin Kecamatan Beji Puluhan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, soal pencemaran di sungai Wrati dan menimbulkan bau busuk yang di duga akibat pembuangan limbah akhirnya mendapat perhatian dari Pemkab.
Pada Jum’at ( 30/10/26 ) Sumberdaya Air, Bina Marga Dan Bina Kontruksi menerjunkan satu alat berat dan dump truck untuk melakukan pembersihan tanaman enceng gondok di jembatan sungai guna untuk memperlancar aliran air, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.
Meski kegiatan tersebut belum belum sepenuhnya menjawab keinganan masyarakat kedungringan agar supaya sungai yang menjadi kewenangan Propinsi di lakukan normalisasi , ini bukti bahwa Pemkab responship terhadap keluhan warga.
Rzky Wahyuni,Kepala Desa (Kades) Kedungringin,Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang di konfirmasi REALITA melalui selulernya dirinya mengapresiasi gerak cepat dari Pemkab Pasuruan melaklukan normalisasi dan pembersihan tanaman enceng gondok yang mengalir di wilayahnya.
“ betul mas,kemarin ada excavator dan Damp Truck dari Pemkab untuk membersihkan enceng gondok bersama petugas dari BBWS ,sedangkan excavator jenis amfibi masih belum datang karena ada kegiatan lain”jelasnya.
Kades Wanita ini menambahkan, untuk kegiatan pembersihan di pusatkan sungai di bawah jembatan di sekitar jembatan yang menghubungkan Dusun Kedungringin Tengah menuju ke arah Balongrejo, guna mengembalikan fungsi aliran sungai secara lancar dan mengantisipasi potensi hambatan air.
Dirinya berharap, kegiatan yang di lakkukan tidak hanya sebatas perbersihan enceng gondong saja, tapi normalisasi secara menyeluruh “karena yang kita inginkan bersama masyarakat adalah normalisasi bukan pembersihan “imbuhnya imbuhnya.( abi/sul)
Editor/Sam*














