BERITA BOGOR

Anggaran Banper Belum Masuk VA, SPPG Cibuluh 2 Hentikan Sementara Distribusi MBG ke Sekolah dan Posyandu

2647
×

Anggaran Banper Belum Masuk VA, SPPG Cibuluh 2 Hentikan Sementara Distribusi MBG ke Sekolah dan Posyandu

Sebarkan artikel ini

Bogor, REALITA – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 2, yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar No. 147 Blok B, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, resmi dihentikan sementara mulai Jumat (30/10/2026).

Penghentian distribusi tersebut berdampak pada penyaluran makanan bergizi gratis ke sejumlah sekolah dan Posyandu di wilayah Bogor Utara. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan operasional dapur SPPG tersebut akan kembali berjalan normal.

Informasi penghentian distribusi itu disampaikan kepada salah satu pengurus Posyandu Afiat 2 yang berlokasi di Jalan Masjid, RT 03/RW 03, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

” Pihak SPPG telah menginformasikan kepada kami bahwa terhitung mulai tanggal 30 Oktober 2026 sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan, operasional dapur SPPG Cibuluh 2 untuk sementara waktu dihentikan,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi awak media REALITA melalui WhatsApp, Kepala SPPG Cibuluh 2 membenarkan adanya penghentian sementara distribusi MBG tersebut.

“Sehubungan dengan adanya kendala operasional dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), saya selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 2 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Distribusi dihentikan dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara tersebut disebabkan anggaran bantuan pemerintah (Banper) belum masuk ke rekening Virtual Account (VA).

“Penghentian sementara ini disebabkan karena anggaran bantuan pemerintah (Banper) belum masuk ke Virtual Account (VA). Oleh karena itu, berdasarkan ketentuan dan kebijakan SOP Badan Gizi Nasional, kegiatan operasional dapur SPPG Cibuluh 2 harus dihentikan sementara sampai dengan Banper kembali diterima dan operasional dapat dilanjutkan,” jelasnya.

Sementara itu, warga penerima manfaat berharap penghentian distribusi MBG tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya, kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya, ketika distribusi sempat terhenti selama beberapa hari sebelum akhirnya kembali berjalan normal.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan kendala administrasi maupun pendanaan agar pelayanan program MBG kepada para penerima manfaat, khususnya siswa sekolah dan sasaran Posyandu, dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Penghentian distribusi ini sekaligus menjadi perhatian terhadap keberlanjutan pelaksanaan program MBG di tingkat daerah, mengingat kelancaran penyaluran makanan bergizi sangat bergantung pada kesiapan operasional dan kepastian dukungan anggaran.

(Ayax)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *