Pasuruan, REALITA – Mobilisasi warga dan pelajar di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan kini semakin mudah. Diresmikannya Jembatan Garuda Merah Putih pada Selasa (3/11/2026) sukses memotong rute perjalanan masyarakat hingga 5 kilometer.
Sebelum jembatan ini berdiri, warga dan para siswa sekolah menengah—khususnya pelajar SMKN1 di kawasan Gempol—harus menempuh jalan memutar yang jauh atau nekat menerjang bahaya menyeberangi sungai.
Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., meresmikan langsung fasilitas publik ini bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan, tokoh masyarakat, serta perwakilan sekolah.
Mayjen TNI Primadi menjelaskan bahwa proyek ini adalah bukti riil kepedulian TNI terhadap fasilitas vital publik, terutama sektor pendidikan dan konektivitas antardesa.
”Sekarang warga bisa beraktivitas lebih efisien. Yang terpenting, anak-anak sekolah tidak lagi diintai bahaya saat menyeberang sungai,” ungkap Primadi dalam acara peresmian.
Dikerjakan 60 Hari oleh Prajurit Zipur
Jembatan beton berkapasitas maksimal 6 ton ini merupakan karya Satuan Zeni Tempur (Zipur) Divif 2 Kostrad yang diselesaikan dalam tempo sekitar dua bulan. Secara fisik, struktur jembatan memiliki panjang 12 meter dengan lebar berkisar antara 3 hingga 4 meter.
Agar jembatan berdaya guna panjang, Pangdivif 2 Kostrad mengimbau warga dan pengguna jalan untuk disiplin menjaga tonase kendaraan yang melintas. Selain infrastruktur penyeberangan, TNI juga menggulirkan program pembuatan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih warga setempat.
Solusi Nyata Keterbatasan Anggaran Daerah
Di sisi lain, Wakil Bupati Pasuruan, Sobih Asrori, mengapresiasi tinggi langkah taktis TNI dan Polri dalam membantu pembangunan di kawasan pelosok. Menurutnya, sinergi lintas instansi ini menjadi angin segar di tengah keterbatasan APBD.
”Kehadiran jembatan ini menjawab langsung kebutuhan warga dan pelajar. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi pemerataan fasilitas dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Pasuruan,” tuturnya.(abi/sul)
Editor/Sam*














