Berita Jawa Timur

Proyeksi Belanja Daerah Di 2027 Tembus Rp 4, 075 Trilyun Rupiah

1796
×

Proyeksi Belanja Daerah Di 2027 Tembus Rp 4, 075 Trilyun Rupiah

Sebarkan artikel ini

Pasuruan REALITA – Pemerintah Kabupaten Pasuruan memproyeksikan anggaran belanja daerah dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp4,075 triliun, sementara untuk pendapatan daerah dipatok sebesar Rp3,528 triliun.

Angka tersebut di sampaikan oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat membacakan pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (2/11/2026) siang.

Dalam rancangan itu, belanja daerah lebih besar dibandingkan pendapatan. Sehingga ada selisih sekitar Rp546,85 miliar itu akan ditutup melalui pembiayaan daerah.


Pria yang akrab di panggil Mas Rusdi menjelaskan, target pendapatan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,761 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp1,766 triliun.

Dari sektor PAD, pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp1,135 triliun.

Kemudian retribusi daerah diproyeksikan mencapai Rp613,17 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp5,25 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp8 miliar.

Sementara pendapatan transfer terdiri atas transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,627 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp138,96 miliar.

Adapun dari sisi belanja, alokasi terbesar diarahkan untuk belanja operasi sebesar Rp2,515 triliun.

Di dalamnya terdapat belanja pegawai sebesar Rp1,292 triliun dan belanja barang dan jasa sebesar Rp1,153 triliun.

Selanjutnya, belanja modal direncanakan sebesar Rp871,01 miliar.

Anggaran ini mencakup belanja peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, serta jalan, jaringan, dan irigasi.

Pemkab juga mengalokasikan belanja tidak terduga sebesar Rp35 miliar dan belanja transfer sebesar Rp653,47 miliar.

Di luar kebutuhan belanja rutin dan pelayanan publik, Pemkab Pasuruan juga menyiapkan sejumlah proyek strategis yang direncanakan didukung melalui pembiayaan daerah.

Tiga proyek tersebut meliputi pembangunan RSUD Purwodadi, revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, serta revitalisasi Pemandian Alam Banyubiru.

Untuk mendukung rencana itu, Pemkab Pasuruan memproyeksikan penerimaan pembiayaan sebesar Rp550,35 miliar.

Jumlah tersebut terdiri atas Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp187,35 miliar dan rencana pembiayaan utang daerah sebesar Rp363 miliar.

Sementara pengeluaran pembiayaan sebesar Rp3,5 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal daerah.

Pria asal Kalianyar Bengil menyampaikan, bahwa pembiayaan tersebut memang direncanakan untuk mempercepat pelaksanaan proyek strategis dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut direncanakan secara bertahap mulai tahun anggaran 2027,” jelasnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan rencana tersebut tetap harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Dalam penyusunan APBD 2027, Pemkab Pasuruan juga mengarahkan anggaran untuk mendukung 33 program prioritas daerah. Selain itu, kebijakan anggaran diselaraskan dengan program strategis pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk memperkuat pendapatan daerah, pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi, memanfaatkan aset daerah secara produktif, serta mendorong kemudahan investasi.

Digitalisasi layanan dan pembaruan data juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Rusdi berharap pembahasan Rancangan APBD 2027 bersama DPRD Kabupaten Pasuruan dapat berjalan lancar dan konstruktif sehingga penetapannya bisa dilakukan tepat waktu.

Dengan demikian, anggaran yang disusun diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan masyarakat, serta pelaksanaan program prioritas Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan pembangunan daerah untuk mewujudkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 disusun dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah, perkembangan perekonomian, kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta dinamika dan tantangan yang berkembang di Kabupaten Pasuruan.

Demikian secara garis besar gambaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027 yang dapat kami sampaikan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota Dewan yang terhormat, beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan para pimpinan perangkat daerah, yang akan bersama-sama melakukan pembahasan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027.

Kami berharap seluruh rangkaian pembahasan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan konstruktif, serta dapat diselesaikan sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga pada akhirnya Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat ditetapkan tepat waktu dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2027 ini masih terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.

Semoga Allah Swt. memberi kemudahan dan kelancaran dalam melaksanakan seluruh rangkaian tugas dan tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian, kerja sama, dan sinergi yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota Dewan yang terhormat, kami ucapkan terima kasih.( abi/sul)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Editor/Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *