Sidoarjo, REALITA – Puluhan personel dalam rangka operasi gabungan dari TNI, Polri, Satpolpp, Banser, dan Ormas dipimpin langsung Kasatpolpp Kabupaten Sidoarjo, Yani Setyawan. Sasar tiga tempat lokasi yang diduga rawan peredaran miras, dan narkoba. Ketiga tempat itu yaitu dikawasan tol buntung, Ketapang, Tanggulangin, Pasar Porong dan Exit Tol Lama Jabon ( Tol HK). Hasilnya dari penggeladahan pada lapak-lapak angkringan, petugas gabungan mengamankan, dan menyita miras dan botol kosong yang telah habis dikonsumsi oleh pengunjung sebagai barang bukti.

Tak hanya itu, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, fraksi partai PKB, H. Rizza Ali Faizin, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra, Achmad Muzayin Syafrial turut turun ke lapangan. Sontak mereka para pemilik memilih pergi, serta menutup lapak angkringan dan tempat karaoke menghindari operasi razia tersebut, Sabtu (24/ 10/ 2026) malam.
Sementara, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, fraksi partai PKB, H. Rizza Ali Faizin menjelaskan berdasarkan analisis rekan-rekan Komisi A, dan laporan dari warga. Pasca disidak pada bulan lalu kondisinya bertambah semakin hari semakin marak, peredaran miras yang sangat meresahkan masyarakat dikawasan Jabon. Malam ini kita lakukan aksi gabungan TNI, Polri, Satpolpp, Ormas, bergerak bersama, berhasil menemukan beberapa hal yang diluar dugaan sebelumnya, ucapnya.

” Minuman Keras (Miras) masih banyak terdapat di kios-kios, lapak angkringan, dan tempat karaoke. Tidak dipungkiri, telah diketahui tempat karaoke, cafe, yang belum berijin tetap beroperasi (buka). Padahal tempat yang dipergunakan usaha tersebut, adalah bukan miliknya melainkan lahan milik BPLS, ” tambahnya Gus Reza yang kerap disapa sehari-hari.
Lanjut Rizza Ali Faizin dalam operasi gabungan, juga ditemukan anak usia dibawah umur yang dipekerjakan pada beberapa titik. Berikutnya, segera akan ditindak lanjuti dengan memanggil beberapa pihak terkait terutama yang mempunyai lahan yakni BPLS. ” Dalam minggu ini kita panggil, untuk segera koordinasi, dan menertibkan, ” tambahnya.
Harapan kami dalam agenda sidak ini harus terukur, karena sebelum kegiatan berlangsung dan sudah keliling lebih awal. Terdapat masih banyak yang buka semuanya, namun terdengar adanya sidak kondisinya terlihat tutup.
” Kios-kios yang dicurigai, banyak yang tutup diduga bocor. Tetapi kami sangat apresiasi atas gerakan ini, minimal pemerintah tidak tinggal diam, dan harapan saya tidak hanya simultan atau serimonial. Tidak gerakan satu selesai, akan tetapi tidak ada tindak lanjut. Nantinya tetap ada pengawasan yang tetap, dari Satpolpp khususnya secara berkala. Sehingga aktifitas di tol HK ini tetap steril, dari hal-hal yang tidak diinginkan, ” paparnya.
Ekonomi tetap berjalan, tapi tata aturan tetap ditegakkan. ” arahnya tetap kesana yaitu pembongkaran, penertiban, maka dari itu pemilik lahan kita panggil terlebih dahulu. Nantinya dalam operasi gabungan berikutnya, kita libatkan petugas tim medis ( Dinas Kesehatan ) untuk melakukan pemeriksaan, pengecekkan bagaimana kondisi dalamnya karena kita tidak tahu, ” jelasnya.
Dilokasi Kasatpolpp Kabupaten Sidoarjo, Yani Setyawan menegaskan operasi gabungan malam hari ini, operasi Penyakit Masyarakat ( Pekat) yang mana menyisir pada titik tiga tempat. Yakni di Tol Buntung, Ketapang, Tanggulangin, Pasar Porong, dan Exit Tol Lama Jabon (Tol HK). Kegiatan tersebut targetnya adalah menciptakan kondisi, yang mana disini patut diduga ada kegiatan-kegiatan berjualan minuman berakohol atau minuman keras. Sedangkan hasilnya tidak mendapatkan yang besar, namun tidak menyurutkan kami bahwa kegiatan ini sebagai bentuk peran pemerintah hadir dimasyarakat. ” Kami hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan mencegah terjadinya gangguan trantibum terhadap dampak adanya minuman berakohol, ” pungkasnya.AHP/Sam*
Editor/Sam*














