Pasuruan, REALITA —Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur, bertumpu pada petugas dan relawan di lapangan. Selain personel dan koordinasi lintas instansi, mereka membutuhkan perlengkapan dan logistik yang memadai selama bertugas.
PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill) menyalurkan bantuan perlengkapan dan logistik dalam dua tahap, yakni pada 30 Agustus 2026 dan 20 Oktober 2026.
Tahap pertama diserahkan di Posko Satgas Karhutla Desa Dayurejo yang diterima oleh Bpk. Eko wahyudi selaku Ketua Satgas. Bantuan berupa dua pasang sepatu bot, empat dus mie instan, lima dus air mineral, dan dua dus masker.

Tahap kedua diserahkan secara simbolis kepada Rosyidi, Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan di Hutan Cempaka pada 20 Oktober 2026. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Gubernur Jawa Timur.
Bantuan tahap kedua terdiri atas delapan unit sepatu bot, lima unit lampu kepala (headlamp), lima pak masker, lima dus mie instan, lima dus air mineral, dan 100 paket makanan ringan.
Bila dijumlahkan, kedua tahap mencakup 10 sepatu bot, lima lampu kepala, tujuh pak atau dus masker, sembilan dus mie instan, 10 dus air mineral, dan 100 paket makanan ringan.
Bantuan disalurkan oleh Esti Kukuh Perbawati, CSR Coordinator PT Sorini Agro Asia Corporindo–Cargill Pandaan Plant. Ia menyebut dukungan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan petugas dan relawan di lapangan.
“Kami berharap bantuan logistik dan perlengkapan ini bermanfaat bagi penanganan di lapangan. Koordinasi dengan instansi terkait penting agar dukungan tepat sasaran,” ujarnya pada Jumat (23/10/26)
Rosyidi, Petugas BPBD Kab. Pasuruan, mengatakan bantuan dari berbagai pihak membantu memenuhi sebagian kebutuhan penanganan karhutla.
“Kami tetap mengutamakan koordinasi, keselamatan personel, dan penyesuaian bantuan dengan kebutuhan aktual di lapangan,” katanya.
Sepatu bot dan lampu kepala menunjang kesiapan relawan saat bertugas, sedangkan masker dan konsumsi mengisi kebutuhan pendukung selama kegiatan. Penggunaan perlengkapan tetap mengikuti standar keselamatan dan arahan petugas berwenang.
Di luar penanganan darurat, kawasan Arjuno memerlukan langkah pencegahan kebakaran berulang, pemantauan dampak terhadap ekosistem, dan perencanaan pemulihan berdasarkan kajian instansi berwenang.(Abi/sul)
Editor/Sam*














