Pasuruan, REALITA —Pemerintah Desa Bulusari menggelar acara Pentas Seni dalam rangka memperingati Ruwah Desa Bulusari sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 pada Hari Minggu ( 20/09/26), dalam acara tersebut juga di laksanakan siraman Replika Prasasti Cunggrang di Taman Suci serta penampilan pentasi seni dari para pelajar mulai dari tingkat PAUD hingga SD/MI se-wilayah Bulusari dan sekitarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana panggung langsung dihangatkan oleh penampilan menggemaskan dari anak-anak tingkat usia dini. POS PAUD Lely tampil membawakan Tari Semut, disusul sajian Tari Nusantara oleh RA Nurul Huda dan RA Al Hidayah, serta pertunjukan Gambang Suling dari TK PKK VI.
untuk kegiatan prosesi sakral siraman replika Prasasti Cunggrang di pimpin langsung oleh Kades Bulusari di Ibu Hj.Nurhayati yang di kawal para dayang, mereka berjalan kaki sepanjang 100 meter bawah gelapnya malam yang pekat, percikan cahaya keemasan dari puluhan obot berwarna merah menciptakan suasana yang sakral dan hangat.
Di depan replika gerbang Cunggrang yang kokoh, prosesi siraman berlangsung dengan penuh khidmat. Duduk bersimpuh dalam balutan kain batik dan ronce melati, sang ratu di guyur air suci yang dituang perlahan , ini melambangkan pembersihan diri dan doa restu yang mengalir tiada putus.
Setelah proses siraman selesai, di lanjutkan panggung pentas seni yang di tampikan para siswaa siswi sekolah dasar. Pelajar SDN Bulusari II menampilkan Modern Dance, disusul keharmonisan Tari Saman dari SDIT Insan Kamil dan Tari Ciek Duligo oleh MIN 2 Pasuruan.
SDN Bulusari I turut memeriahkan suasana dengan menyuguhkan Tari Puspitarum, Tari Pitik Walik, serta pertunjukan seni tarik suara sebelum pungkasan acara.
Ketua DPRD Apresiasi Kreatifitas Pemdes Bulusari
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Desa Bulusari dan seluruh panitia penyelenggara atas suksesnya rangkaian kegiatan pesta seni dan pegelaran budaya yang di gelar cukup meriah selama dua hari berturut-turut.
Rangkaian acara tahunan tersebut menghadirkan beragam atraksi seni dan budaya. Pada hari pertama, masyarakat disuguhkan dengan perhelatan Kultur Karnaval Desa Bulusari 2026. Sementara pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional Ojung, penampilan dari lembaga-lembaga pendidikan di Desa Bulusari, serta ditutup dengan pertunjukan wayang kulit.
Dalam sambutannya, Politisi PKB ini menegaskan bahwa pembangunan daerah di Kabupaten Pasuruan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus seimbang dengan upaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal.
“Untuk membangun Kabupaten Pasuruan ini tidak hanya membangun secara fisik. Yang saat ini sangat penting adalah bagaimana kita memelihara dan membudayakan kebudayaan kita sendiri,” ujar Samsul di hadapan para warga dan tamu undangan.
Secara khusus, Samsul memberikan pujian atas penampilan para generasi muda yang membawakan tarian tradisional khas daerah, seperti Tari Puspitarum—sebuah tarian penyambutan tamu. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda dalam membawakan seni tradisi menjadi modal penting agar kebudayaan asli Pasuruan tetap langgeng dan tidak punah ditelan zaman.
Selain aspek kebudayaan, Samsul juga menggarisbawahi pentingnya mempertahankan semangat kebersamaan dan gotong royong warga Desa Bulusari. Kolaborasi yang terjalin erat antara pemerintah desa, lembaga formal, dan seluruh elemen masyarakat dinilainya sebagai bentuk kekuatan sosial yang sangat luar biasa.
Menutup arahannya, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan mendoakan agar Desa Bulusari semakin berseri, maju, dan sejahtera. Ia pun membakar semangat warga dengan memekikkan slogan “Pasuruan Bangkit, Bersama Kita Bisa!”.(abi/sul)
Editor/Sam*














