Berita Jawa Timur

Gelar Kesenian Ojung Setiap Tahun ,Wujud komitmen lestarikan Budaya Warisan Leluhur

908
×

Gelar Kesenian Ojung Setiap Tahun ,Wujud komitmen lestarikan Budaya Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA -Pemdes Desa Bulusari menggelar kesenian tradisional Ojung pada Minggu (20/09/26) siang di depan halaman pendopo Balai desa,kegiatan pagalaran seni tradisional juga untuk peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan dan ruwah Desa Bulusari kecamatan Gempol.

Pertunjukan seni budaya ” saling sabet ” menggunakan rotan ini diikuti puluhan peserta dari warga setempat juga dari luar daerah seperti kecamatan Rembang,Prigen,Kraton juga dari beberapa desa lainnya sebagai bentuk kecintaan dan upaya melestarikan budaya warisan leluhur.

​Gunadi, salah satu peserta Ojung dari Sekantong Desa Kunjoro wesi Kecamatan Trawas kabupaten Mojokerto menjelaskan bahwa ia telah menggeluti tradisi ini secara turun-temurun sejak masih berada di bangku sekolah dasar.

Keterlibatan dalam pertunjukan Ojung tidak membutuhkan keahlian khusus, melainkan keberanian serta jiwa seni.

Pada masa lalu, tradisi Ojung digelar oleh para leluhur sebagai ritual pemanggil hujan saat kemarau.

Meski kini fungsinya bergeser menjadi hiburan dan pemantik keramaian warga, nilai kebersamaan tetap dijaga. Walaupun para peserta saling memukul di arena, pertarungan tersebut dilakukan tanpa rasa dendam.

​Jalannya laga Ojung dikawal oleh seorang blandang, yaitu sosok pemain senior yang bertindak sebagai wasit pengawas pertandingan. Dalam aturan permainan, area tubuh yang diizinkan untuk terkena sabetan hanyalah bagian punggung.

Peserta dilarang keras mengarahkan sabetan ke bagian kepala, kaki, maupun area tubuh di bawah pusar. Apabila terjadi pelanggaran aturan, blandang akan langsung menghentikan permainan dan mendiskualifikasi peserta guna mencegah timbulnya kericuhan.

Dalam catatan sejarah,kesenian ojung juga di gelar oleh masyarakat untuk memohon berkah hujan kepada yang maha kuasa saat musim kemarau panjang.

Terpisah, kades Bulusari Nj Nur Hayati yang yang di konfirmasi di sela kegiatan menjelaskan kegiatan ujung ini dibuat dalam rangka untuk melestarikan budaya leluhur agar tetap lestari dan terbebas dari pengaruh budaya asing

“Juga untuk memperingati hari jadi Kabupaten Pasuruan yang ke 1097 dan juga ruwat Desa bulusari agar selalu diberikan keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat” jelasnya.(Abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *