Berita Semarang

Upacara Hari Kesakitan Pancasila 1 Oktober diselingi Penolakan Geotermal berlangsung aman, tertib dan lancar

87702
×

Upacara Hari Kesakitan Pancasila 1 Oktober diselingi Penolakan Geotermal berlangsung aman, tertib dan lancar

Sebarkan artikel ini

Realita – Semarang – Kegiatan Budaya diwarnai upacara penghormatan hari kesakitan pancasila 1 Oktober oleh Aliansi Semar Gugat di pelataran candi Gedong Songo pada pukul 08 . 00 wib sampai selesai dan acara tersebut merupakan acara Penolakan Geotermal Panas Bumi yang selama ini santer sekali, acara ini bersamaan dengan hari kesakitan pancasila yang jatuh pada Kamis, 1 Oktober 2026 di kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

 

Para peserta yang hadir dari berbagai elemen budaya dan masyarakat sekitar nya dan juga hadir dari polsek Bandungan diwakili oleh Aipda N Nugroho beserta anggota, dan hadir pula Bhabinkamtibmas dari TNI.Kegiatan ini dimulai pukul 08 . 00 wib sd selesai bertempat di pelataran parkir Kawasan Candi Gedhong Songo, kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang Jawa Tengah.Kegiatan ini merupakan upaya TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan agara tercipta suasana aman,tertib dan lancar,tegas awak media.

Menurut beberapa peserta mereka menuntut bahwa Geotermal kita Tolak tanpa kompromi diantaranya;

 

1.Tolak Tanpa kompromi semua Proyek Geotermal di Indonesia.

 

2.Cabut Surat keputusan Menteri ESDEM nomor 134.k / EK. 04/ MEM. E/ 2026Tentang penetapan perusahaan panas bumi daerah Gunung Ungaran, kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah.

 

3 . Merevisi Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2014 Tentang Panas Bumi.

 

4.Mendesak Presiden Untuk Reshuffle mentri ESDEM Bahlil Lahadalia.

 

Dari tuntutan Masa yang berorasi dan sekaligus memperingati hari kesakitan pancasila 1 Oktober 2026,Rahman juga menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah murni dari hati rakyat yang menderita akan adanya Isue pengeboran Geotermal Panas Bumi, rakyat semakin cemas melihat Lokasi Kawasan gn. Ungaran karena sebagai salah satu destinasi wisata dan apabila ada pengeboran Geotermal dikhawatirkan akan merusak situs candi yang dimana sebagai tempat ibadah para agama Hindu, Budha dan Kapitayan,jika ini dilakukan pengeboran niscaya pelecehan agama, tegasnya.

Rahman menjelaskan acara selanjutnya berlanjut ke penanam pohon sebagai bentuk pelestarian lingkungan hidup dan sebagai bentuk Penolakan Geotermal, agar pemerintah daerah ( Bupati, Gubernur dan pusat) melihat dan membuka hatinya bahwa ekosistem lingkungan merupakan paru – paru Dunia yang wajib kita lestarikan dan kita Rawat, Ki Tarno Kolocokro juga Menghimbau jika Proyek GEOTERMAL Panas Bumi ini berjalan apakah dampaknya untuk kota semarang tidak berbahaya? Coba kita ingat Lumpur Lapindo di Jawa Timur sampai saat ini belum juga usai dan yang bertanggung Jawab tidak ada! Apakah kota semarang akan seperti Lumpur Lapindo ? Mari kita Tolak Tegas Tanpa Kompromi, imbuhnya.

 

Rahman menambahkan kembali ,bahwa diskusi curah pikir di pendopo kediaman Saudara Erik Sadewo tepatnya samping pelataran kawasan candi Gedhong songo dan kebetulan beliau hadir dalam acara curah pikir tersebut walau sebentar, tegas Rahman. Acara Curah pikir tersebut berlangsung meriah dengan diskusi Kecil – kecil yang hasilya adalah #TOLAK GEOTERMAL TANPA KOMPROMI # dari suara – suara media sosial yang terjadi saat ini mari kita dan pemerintah daerah, pemerintah pusat seyogyanya bisa duduk bersama demi mendukung kepentingan rakyat yaitu Tolak semua panas bumi di Indonesia!!!, ujarnya.red/alfian

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *