Berita Semarang

Jaga Kelestarian Alam, Semar Gugat dan Yayasan Kedhaton Mataram Agung Siapkan Aksi Penghijauan

1730
×

Jaga Kelestarian Alam, Semar Gugat dan Yayasan Kedhaton Mataram Agung Siapkan Aksi Penghijauan

Sebarkan artikel ini

Semarang, REALITA – Semar Gugat melalui Barmas (Barisan Masyarakat Peduli Lingkungan) bersama Yayasan Kedhaton Mataram Agung Kota Semarang menerima bantuan bibit pohon dari Balai Sertifikasi dan Pembenihan Tanaman Hutan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberlangsungan sumber mata air di wilayah Jawa Tengah. Bibit pohon yang diterima diperkirakan berjumlah sekitar 2.000 batang dan direncanakan untuk ditanam bersama para relawan.

Salah seorang petugas Balai Sertifikasi dan Pembenihan Tanaman Hutan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa bantuan bibit pohon merupakan bagian dari program pemerintah pusat dan daerah yang disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, jumlah bibit yang dapat disalurkan melalui program tersebut berkisar antara 2.000 hingga 5.000 batang, bergantung pada kebutuhan dan ketentuan program. Balai pembibitan juga menyediakan berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman yang memiliki nilai konservasi, seperti duwet, mundu, dan kepel.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki lahan pertanian, perkebunan, maupun kawasan penghijauan agar dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Perwakilan Semar Gugat/Barmas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak balai atas bantuan bibit pohon yang diberikan.

Rahman mengatakan, bibit tersebut direncanakan untuk ditanam di kawasan hutan lereng Candi Gedong Songo sebagai salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian alam dan keberadaan sumber mata air.

Menurut Rahman, upaya penghijauan menjadi semakin penting di tengah munculnya kekhawatiran masyarakat terhadap rencana pengembangan proyek panas bumi atau geotermal di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk kawasan sekitar Gedong Songo, Sumowono, dan Telomoyo.

“Kami berharap penanaman pohon ini menjadi langkah nyata untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari, sekaligus mempertahankan keberadaan sumber mata air bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Edy Wiranto, perwakilan Yayasan Kedhaton Mataram Agung, menegaskan bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kawasan hijau harus dijaga agar tumbuhan, sumber air, dan satwa liar tetap memiliki habitat yang layak.

Ia mencontohkan burung hantu yang berperan sebagai predator alami tikus dan membutuhkan pepohonan yang sesuai sebagai tempat bersarang serta berlindung.

Edy juga menyampaikan terima kasih kepada pihak balai atas bantuan berbagai jenis bibit, di antaranya beringin, sengon, pucuk merah, trembesi, dan salam. Ia berharap bibit tersebut dapat ditanam dan dirawat secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan.

Di sisi lain, Erik dari Semar Gugat/Barmas Kabupaten Semarang menyatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian terhadap rencana pengembangan proyek geotermal di wilayah tersebut.

Ia mengkhawatirkan potensi dampak lingkungan terhadap kawasan resapan air dan sumber mata air apabila proyek dikembangkan tanpa kajian serta pengawasan yang memadai. Erik juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemungkinan terjadinya bencana lingkungan.

“Dengan bantuan sekitar 2.000 bibit pohon ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Rencananya, bibit tersebut akan kami tanam bersama rekan-rekan relawan Semar Gugat Kabupaten Semarang,” kata Erik.

Meski demikian, kekhawatiran mengenai dampak proyek geotermal terhadap sumber air dan potensi bencana perlu dikaji berdasarkan data ilmiah, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta keterangan pihak berwenang dan pengelola proyek.

Bagi Semar Gugat/Barmas dan Yayasan Kedhaton Mataram Agung, bantuan bibit pohon tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyaluran semata. Penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan pohon menjadi bagian penting agar program penghijauan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi demi masa depan generasi mendatang, agar alam tetap hijau, sumber air terjaga, serta burung dan satwa lainnya dapat hidup dan berkembang biak di habitatnya.

“ Mari kita jaga dan rawat bumi ini untuk masa depan anak cucu kita, agar Nusantara tetap gemah ripah loh jinawi, subur dan makmur, dengan pepohonan yang menghijau serta satwa yang hidup berdampingan dengan manusia,” demikian seruan mereka.

MIKO

Example 300250
Editor: Emha
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *