Berita Boyolali

Seminar Sekolah Kedinasan STAN Digelar di Boyolali, 150 Siswa Antusias Kenali Peluang Kuliah Kedinasan

1425
×

Seminar Sekolah Kedinasan STAN Digelar di Boyolali, 150 Siswa Antusias Kenali Peluang Kuliah Kedinasan

Sebarkan artikel ini

Boyolali, REALITA — Ratusan siswa kelas XII dari sejumlah sekolah di wilayah Jawa Tengah mengikuti seminar mengenai sekolah kedinasan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) yang digelar di Kabupaten Boyolali, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa dan orang tua untuk memperoleh informasi mengenai sistem pendidikan, fasilitas, proses seleksi hingga peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah kedinasan.

Salah satu peserta, Ellyana Mariska Michelle Simanjuntak, siswi kelas XII SMA Negeri 1 Banyudono, turut mengikuti seminar tersebut. Kegiatan berlangsung dengan antusias karena para peserta mendapatkan pemaparan langsung dari alumni STAN.

Dalam pemaparannya, Anggit, alumni STAN tahun 2017, menjelaskan sejumlah alasan sekolah kedinasan menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu daya tarik pendidikan kedinasan adalah adanya dukungan pembiayaan pendidikan dari negara sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang selama menjalani pendidikan.

“Kenapa harus kedinasan? Salah satu faktornya adalah biaya pendidikan yang lebih ringan karena mendapatkan pembiayaan dari negara,” jelas Anggit dalam seminar tersebut.

Ia juga memaparkan bahwa pendidikan di STAN memiliki jenjang dan masa studi yang berbeda sesuai program pendidikan yang ditempuh. Mahasiswa juga memperoleh fasilitas seperti asrama, layanan kesehatan serta berbagai sarana penunjang kegiatan pendidikan.

Dari sisi tenaga pengajar, peserta seminar mendapatkan penjelasan bahwa proses pembelajaran melibatkan akademisi maupun praktisi yang memiliki pengalaman di lingkungan kementerian dan pemerintahan.

Selain membahas sistem pendidikan, seminar juga mengupas tahapan seleksi calon mahasiswa. Peserta diberikan gambaran mengenai sejumlah persyaratan dan tahapan yang harus dipersiapkan, mulai dari seleksi administrasi, kemampuan akademik, tes kompetensi, psikologi, kesehatan hingga wawancara.

Anggit mengingatkan para siswa agar mempersiapkan diri sejak dini karena persaingan masuk sekolah kedinasan cukup ketat.

Seminar tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Para siswa hadir bersama orang tua masing-masing dan terlihat serius menyimak setiap materi yang disampaikan.

Antusiasme peserta terlihat ketika narasumber menjelaskan mengenai sistem pendidikan, kehidupan mahasiswa, fasilitas kampus hingga peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu orang tua peserta, Alfian, mengaku mendukung penuh keinginan anaknya untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan.

Menurutnya, keberadaan sekolah kedinasan menjadi salah satu pilihan pendidikan yang patut dipertimbangkan oleh para siswa karena memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja pemerintahan.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat mendukung. Apa pun perjuangan orang tua, tentu tujuannya agar anak-anak bisa sukses dan memiliki kehidupan yang layak,” ujar Alfian.

Ia berharap anak-anak yang nantinya berhasil masuk dan menyelesaikan pendidikan dapat menjadi aparatur negara yang amanah, jujur, objektif serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab dan pemberian arahan kepada para siswa mengenai persiapan menghadapi proses seleksi sekolah kedinasan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada siswa dan orang tua mengenai pendidikan kedinasan sekaligus mendorong calon mahasiswa mempersiapkan diri secara akademik maupun mental sebelum mengikuti seleksi.

Miko

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *