Semarang, – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Kedhaton Mataram Agung Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk mempererat tali perjuangan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yayasan ini terus konsisten menjaga khazanah budaya bangsa yang majemuk demi mewujudkan persatuan dan kesatuan berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda kunjungan Tim Pembina dan Ketua Umum Yayasan Kedhaton Mataram Agung ke Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Ketua Umum Yayasan Kedhaton Mataram Agung, RM. Miko Alfian Yulianto, menegaskan bahwa perjuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan suatu bangsa untuk mencapai cita-cita kemerdekaan.
“Mari para pegiat, pemerhati, pecinta, dan penjaga budaya bersatu padu menjaga keutuhan NKRI serta bersinergi demi mewujudkan perdamaian abadi. Kita wajib merawat toleransi antardaerah karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan keanekaragaman corak budaya,” ujar RM. Miko. Ia menekankan bahwa kemerdekaan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri melalui tindakan nyata menjaga persatuan Nusantara.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Yayasan, RA. Ambarwati Kencono Wungu, mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi martabat bangsa di tingkat nasional maupun internasional.
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Leluhur kita telah membuktikan kebesaran Nusantara melalui Sumpah Palapa yang diikrarkan Mahapatih Gajah Mada. Mari kita kembalikan marwah tersebut dengan bahu-membahu, saling tolong-menolong, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Sekali merdeka, tetap merdeka!” tegas RA. Ambarwati.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kedhaton Mataram Agung Kota Semarang, KRT. Kokok Wahyudi, S.H., mengimbau para insan budaya di seluruh Nusantara untuk terus merapatkan barisan dalam melestarikan nilai-nilai luhur bangsa yang telah terbebas dari belenggu kolonialisme.
Menutup rangkaian kegiatan, Sekretaris Jenderal Yayasan, RT. Hendarto Widi Utomo, S.E., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berefleksi dan berdoa demi kebaikan bangsa dalam mengisi kemerdekaan.
“Para pejuang kemerdekaan terdahulu telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi berdirinya negara ini. Saatnya kita melakukan introspeksi diri, menghentikan praktik korupsi, serta meredam berbagai konflik maupun kriminalitas. Mari kita bersatu demi menciptakan kedamaian dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” pungkas RT. Hendarto. (Red/Alfian).















