Bogor, REALITA – Polemik keberadaan wisata Alam Tenjolaya Park di Kampung Sindang Resmi, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, masih bergulir. Sejumlah warga sekitar menyoroti kontribusi pengelola terhadap masyarakat, khususnya terkait program Corporate Social Responsibility (CSR), penyerapan tenaga kerja lokal, serta keterbukaan mengenai bentuk bantuan sosial kepada warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari sejumlah sumber di lapangan, hingga Sabtu (5/9/2026), warga mengaku belum mengetahui adanya program CSR yang diumumkan maupun disalurkan secara terstruktur oleh pihak pengelola kepada masyarakat sekitar.
Selain persoalan CSR, warga juga mempertanyakan sejauh mana keberadaan objek wisata tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Beberapa hal yang menjadi sorotan warga antara lain:
- Penyerapan tenaga kerja lokal
Warga mempertanyakan jumlah atau persentase tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar. Hingga kini, menurut warga, belum terdapat informasi resmi mengenai jumlah pekerja lokal yang direkrut oleh pihak pengelola. - Program CSR dan bantuan sosial
Warga mengaku belum mengetahui adanya program CSR yang secara resmi dipublikasikan, baik berupa bantuan pembangunan fasilitas umum, bantuan sosial, beasiswa maupun program pemberdayaan masyarakat. - Transparansi kontribusi kepada masyarakat
Warga juga berharap terdapat keterbukaan mengenai bentuk, jenis dan penerima manfaat program sosial apabila memang telah dilaksanakan oleh pihak pengelola.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, keberadaan wisata tersebut seharusnya tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengelola, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi.
“Alam Tenjolaya Park merupakan usaha wisata swasta. Kami memahami bahwa tidak semua usaha otomatis memiliki kewajiban CSR sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 40 Tahun 2007. Namun, sebagai pelaku usaha yang menjalankan kegiatan di tengah lingkungan masyarakat, kami berharap ada kontribusi nyata untuk warga sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan sosial maupun pemberdayaan masyarakat, seperti membantu pembangunan fasilitas ibadah, perbaikan jalan lingkungan, pemberian beasiswa bagi anak-anak warga sekitar, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, hingga memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Kami tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Yang kami harapkan adalah adanya komunikasi, keadilan dan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dengan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang baik dan harmonis,” tegasnya.
Persoalan tersebut, menurut warga, sebelumnya telah disampaikan kepada pihak pengelola. Masyarakat bahkan mengaku telah mengajukan permintaan agar difasilitasi pertemuan atau mediasi antara pengelola dengan warga untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang.
Namun, hingga berita ini diturunkan, warga menyebut belum mendapatkan tindak lanjut atau kepastian mengenai agenda pertemuan tersebut.
Selain persoalan CSR, seorang warga juga mengungkapkan adanya kejadian terkait aktivitas warga yang mengambil botol bekas di sekitar kawasan wisata. Menurut keterangannya, warga tersebut mendapat teguran dari pihak pengelola dan diminta meninggalkan lokasi.
Keterangan tersebut masih merupakan klaim dari warga dan belum mendapatkan konfirmasi maupun penjelasan dari pihak pengelola.
Media Tunggu Hak Jawab Pengelola
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Alam Tenjolaya Park belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait tudingan mengenai belum adanya program CSR terstruktur, penyerapan tenaga kerja lokal, maupun persoalan yang disampaikan warga.
Media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak pengelola agar pemberitaan ini tetap berimbang dan memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menyampaikan penjelasannya.
Polemik ini diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mediasi antara masyarakat dengan pengelola, sehingga keberadaan Alam Tenjolaya Park tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya.
Ayax














