Berita Bogor

Kemeriahan Peringatan Hari Wayang Nasional di Plaza Balaikota Bogor: Dinasti Sunandar Hipnotis Ribuan Warga

1813
×

Kemeriahan Peringatan Hari Wayang Nasional di Plaza Balaikota Bogor: Dinasti Sunandar Hipnotis Ribuan Warga

Sebarkan artikel ini

Bogor, REALITA – Kementerian Kebudayaan dalam Rangka Hari Wayang Nasional bekerjasama dengan Pemkot Bogor Menggelar  wayang golek dan wayang kulit yang bertajuk Dinasti Sunandar di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat  malam 6 November 2026.

Peringatan Hari Wayang Nasional di Kota Bogor menjadi momentum untuk menguatkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan kebudayaan Sunda, bahkan ribuan masyarakat kota bogor antusias menghadiri acara tersebut.

Pertunjukan dengan lakon Karna Tanding tersebut menghadirkan keluarga seniman Sunandar, yakni Yogaswara, Dadan, Bhatara Sena, dan Lana Sunandar.

Pergelaran tersebut juga dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau Komeng, Adi Bing Slamet, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.

Sejumlah bintang tamu turut memeriahkan acara tersebut , seperti Sule dan Nunung, serta Kiki Juliar sebagai sinden, denga. kehadiran para seniman tersebut menjadi momen tersendiri serta daya tarik bagi masyarakat untuk menyaksikan kesenian tradisional secara langsung.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan wayang sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia, papar nya

Kepala Bidang Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor H.Dian Herdiawan, SP. MM,
Menyampaikan kehormatan dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran keluarga besar almarhum Maestro Wayang Golek Asep Sunandar Sunarya (Dinasti Sunandar: Yogaswara Sunandar, Dadan Sunandar, Bhatara Sena Sunandar, dan Lana Sunandar) yang siap memukau warga Bogor, Sambutan Bintang Tamu & Seniman Pendukung Menyapa spesial para seniman terkemuka yang hadir, termasuk kehadiran bintang tamu istimewa Sule, Nunung, dan Sinden Kiki Juliar, yang akan menambah kemeriahan malam pementasan Relevansi Hari Wayang Nasional ” tutur Dian

Ia juga menyebutkan ” Bahwa Kota Bogor sebagai bagian dari Tatar Sunda memiliki tanggung jawab moral dan kultural yang besar untuk ngarawat, ngawangun, dan ngajaring (merawat dan menjaga) warisan leluhur agar tetap hidup di tengah dinamika zaman modern, jelas Dian

Dian juga menjelaskan  :

LANDASAN SEJARAH & MAKNA HARI WAYANG NASIONAL

Dasar Hukum Penetapan: Hari Wayang Nasional diperingati setiap tanggal 7 November berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Pengakuan Dunia (UNESCO): Tanggal 7 November dipilih untuk mengenang tonggak sejarah penting pada 7 November 2003, ketika UNESCO secara resmi menetapkan wayang Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Budaya Takbenda Dunia).

Esensi Peringatan: Meskipun bukan hari libur nasional, hari ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam bagi identitas bangsa Indonesia. Tujuan Utama: ◦ Meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan kebanggaan masyarakat luas terhadap seni pewayangan sebagai aset peradaban bangsa. ◦ Menjadikan pewayangan bukan hanya tontonan semata, melainkan tontonan yang sarat panduan (tontonan turtuntunan) yang memuat nilai moral, etika, dan pembentukan karakter mulia (character.building).

KEKAYAAN RAGAM WAYANG DI INDONESIA

Wayang di Indonesia memiliki ragam
bentuk dan ekspresi seni yang luar biasa kaya dari berbagai daerah, di antaranya: ◦ Wayang Kulit: Terbuat dari kulit hewan pilihan (kerbau, sapi, atau kambing) yang dipahat dengan kehalusan estetika tingkat tinggi, yang dominan berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ◦

Wayang Golek: Identik dengan identitas masyarakat Sunda, terbuat dari kayu berkualitas berbentuk tiga dimensi yang ekspresif, dinamis, dan lincah dalam pementasannya. ◦ Wayang Orang: Seni pertunjukan kolosal di mana lakon dimainkan langsung oleh manusia dengan balutan kostum, tata rias, dan gerak tari khas pewayangan. Fokus Malam Ini– Wayang Golek: Kehadiran Wayang Golek malam ini menjadi wujud kecintaan kita pada kebudayaan lokal Sunda yang agung, hidup, dan terus beradaptasi dengan zaman, papar Dian

Pertunjukan seni tradisional tersebut  dapat menjadi ruang pembelajaran budaya bagi masyarakat, termasuk anak-anak dan mempertahankan kebudayaan lokal.

Editor/Sam*

Ayax

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *