Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Imbas Pluru Nyasar Warga Desa Alastlogo Blakade Jalan Nasional, Arus Lalin Macet Total

1996
×

Imbas Pluru Nyasar Warga Desa Alastlogo Blakade Jalan Nasional, Arus Lalin Macet Total

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA -Ratusan warga yang terdiri dari anak anak muda, emak emak serta perangkat di Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, melakukan aksi demo besar besaran dengan memblokade Jalan Raya Pasuruan–Probolinggo, Kamis (23/7/2026) siang.

Aksi spontasitas merupakan bentuk kekecewaan warga serta bentuk protes atas kembali atas terjadinya insiden peluru nyasar yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur).

Warga menilai keselamatan mereka semakin terancam setelah dalam dua hari berturut-turut proyektil kembali mengenai permukiman.Bahkan, salah satu peluru disebut nyaris mengenai seorang anak yang berada di dalam rumah.

Terpisah,Sekretaris Desa Alastlogo Sugianto yang di konfirmasi sejumlah awak media mengatakan, bahwa aksi penutupan jalan oleh warga karena mereka kecewa lantaran upaya penyampaian keberatan kepada pihak pihak terkait belum membuahkan hasil.

Menurutnya, sehari sebelumnya pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pihak Puslatpur, kepolisian, dan unsur Muspika setelah insiden peluru nyasar yang merusak sejumlah rumah warga.“Namun pagi ini peluru nyasar kembali terjadi, bahkan jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Warga merasa keselamatannya benar-benar terancam sehingga memilih menutup jalan ,” ujarnya.

Sugianto menuturkan, salah satu proyektil menembus atap rumah warga dan jatuh ke dalam rumah dan saat kejadian peluru nyaris mengenai seorang anak.“Syukurlah tidak sampai ada korban. Tetapi apakah kami harus menunggu ada korban jiwa baru persoalan ini ditangani secara serius?” katanya.

Meski belum ada korban luka maupun korban jiwa, warga menilai situasi tersebut sudah berada pada tingkat yang membahayakan.Mereka khawatir insiden serupa akan kembali terjadi apabila aktivitas latihan tetap berlangsung tanpa pengamanan yang memadai.

pemerintah desa mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi mengenai pelaksanaan latihan militer yang berlangsung di sekitar wilayah Alastlogo.“Desa Alastlogo tidak menerima surat pemberitahuan. Padahal wilayah kami yang paling dekat dengan lokasi latihan dan paling terdampak,” kata Sugianto.

Ia mengaku telah menyampaikan keberatan tersebut kepada pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, latihan militer dijadwalkan berlangsung hingga 2 Agustus 2026.

Karena itu, warga meminta kegiatan latihan dihentikan sementara sampai ada jaminan keamanan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan latihan.

“Kami tidak menolak latihan militer. Yang kami minta hanya keselamatan warga. Radius pengamanan harus benar-benar diperhatikan agar masyarakat merasa aman dan tenang,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan tetap akan menyampaikan aspirasi masyarakat demi menjamin keselamatan warga.“Saya hanya menjalankan tugas sebagai pemerintah desa dan menyampaikan aspirasi warga. Yang kami perjuangkan adalah keselamatan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, insiden peluru nyasar kembali terjadi di kawasan permukiman Desa Alastlogo pada Rabu (22/7/2026).Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terdampak proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan di kawasan Puslatpur.

Proyektil dilaporkan menembus tembok rumah, merusak genting, hingga mengenai kandang ternak milik warga.Salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Amin, warga Dusun Krajan. Sebuah proyektil ditemukan menancap di tembok rumahnya.

Ketua RT 1 Desa Alastlogo, Solihin, mengatakan dirinya menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.Saat tiba di lokasi, warga telah berkumpul untuk memastikan kondisi para penghuni rumah yang terdampak.(abi/su,l)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *