Berita Bangkalan

IGA 2026, Bangkalan Andalkan Inovasi Karna Pitaloka dan Amphibi, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

2131
×

IGA 2026, Bangkalan Andalkan Inovasi Karna Pitaloka dan Amphibi, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memaparkan dua inovasi unggulan di bidang pertanian dan kesehatan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Kedua program tersebut adalah Karna Pitaloka dan Amphibi (Ambulans Peduli Tretan Dhibi) yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat.

Paparan tersebut disampaikan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dalam kegiatan penilaian inovasi daerah yang diselenggarakan secara virtual oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Rabu (5/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Lukman menjelaskan bahwa pengembangan inovasi di lingkungan Pemkab Bangkalan diperkuat melalui kebijakan yang mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan sedikitnya dua inovasi.

Bahkan, pemerintah daerah menerapkan konsekuensi berupa penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi perangkat daerah yang belum memenuhi komitmen tersebut.

Salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah Karna Pitaloka, yakni sistem pemetaan petak sawah dan identifikasi lahan pertanian berbasis geospasial.

Program ini dikembangkan untuk memperbaiki tata kelola pertanian, khususnya dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran. Selain itu, pemetaan tersebut menjadi instrumen pendukung perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Melalui pemanfaatan teknologi, inventarisasi lahan produktif, pemberdayaan kelompok tani, serta pendampingan penyuluh pertanian, Pemkab Bangkalan berupaya memastikan kebutuhan pupuk petani dapat terdata secara lebih akurat.

Inovasi Karna Pitaloka juga mendapat perhatian dari PT Pupuk Indonesia. Bahkan, Kementerian Pertanian telah melakukan kunjungan ke Bangkalan untuk melihat langsung penerapan program tersebut sebagai referensi pengembangan kebijakan di tingkat nasional.

Selain sektor pertanian, Bangkalan turut mengandalkan inovasi Amphibi atau Ambulans Peduli Tretan Dhibi dalam memperluas akses pelayanan kesehatan.

Program ini menyediakan layanan ambulans dan penanganan pasien secara gratis selama 24 jam. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperoleh bantuan transportasi medis, terutama dalam kondisi darurat.

Layanan Amphibi juga mendukung penanganan pasien berdasarkan kebutuhan medis, termasuk pasien dengan penyakit jantung.

Bupati Lukman Hakim mengungkapkan, pemanfaatan layanan tersebut terus berjalan dan telah menjangkau ratusan masyarakat.

“Amphibi telah terbukti dapat diandalkan dengan catatan 393 penerima manfaat pada tahun 2025 serta 241 penerima manfaat hingga September 2026,” ungkap Lukman.

Sementara itu, dalam agenda penilaian IGA 2026 yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga memaparkan dua inovasi unggulan daerahnya, yakni Ayo Kerjo di bidang ketenagakerjaan dan Speling Melesat di bidang kesehatan.

Ayo Kerjo merupakan layanan ketenagakerjaan digital terintegrasi yang menyediakan informasi lowongan kerja terverifikasi, pemadanan kerja, pelatihan kompetensi, hingga layanan kartu pencari kerja selama 24 jam.

Platform tersebut juga membuka akses informasi peluang kerja luar negeri, di antaranya Jepang, Jerman, dan Korea Selatan.

Adapun Speling Melesat merupakan program pelayanan dokter spesialis keliling yang mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga perdesaan yang memiliki keterbatasan akses ke rumah sakit.

Hingga 2 November 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali dan menjangkau 1.603 desa/kelurahan dengan sasaran 133.132 jiwa.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa inovasi pemerintahan tidak cukup hanya menghadirkan gagasan baru. Menurutnya, sebuah inovasi harus memiliki nilai tambah, memberikan manfaat nyata, serta dapat dijalankan secara berkelanjutan.

“Inovasi ini tidak hanya merupakan suatu terobosan kreatif, tetapi harus mempunyai nilai tambah, nilai manfaat, serta berkelanjutan. Tanpa adanya nilai tambah, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bagi birokrasi dan masyarakat, ini tidak ada gunanya,” ujar Ahmad Luthfi.

Paparan kedua kepala daerah tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi, penguatan regulasi, serta program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bagi Kabupaten Bangkalan, keberlanjutan Karna Pitaloka dan Amphibi menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi tidak berhenti pada penilaian administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

(eMHa)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *