Surakarta, REALITA – Giat Budaya adat Keraton Surakarta dan Puri Mangkunegara dengan harapan berjalan lancar diantara Pecahan Dinasty Mataram, dalam merayakan Malam 1 kasa Jawa ( Sura menurut perhitungan Jawa Mataraman warisan Kanjeng Susuhunan Agung Hanyakrakusuma ) pada Selasa malam Rabu, 16 Juni 2026.
Kegiatan Budaya dalam merayakan malam 1 kasa / Sura diharapkan berjalan lancar walaupun ada dua Raja yang saat ini masih berargumen saling menyatakan bahwa dirinya sama – sama menjadi seorang Pemangku adat di Nagari Mataram Surakarta. Walaupun dari pada itu semua masih satu trah Dinasty Mataram pecahan Mataram Kartasura Hadiningrat saat pasca perjanjian Giyanti tahun 1745 silam.Baik Keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Ngayogyakarta, Mangkunegaran Surakarta, ujar Salah satu pemerhati budaya.
Dalam Memperingati acara budaya Malam1 kasa / Sura Jawa Yang di hadiri oleh Para pangarso pemangku adat , Abdi dalem , Masyarakat budaya , Kerabat keluarga Keraton ( Sentana Dalem ) ,Para putra putri Susuhunan Dinasti Mataram Surakarta Hadiningrat sedangkan dari pejabat pemerintahan pusat / daerah tidak tampak hanya petugas keamanan dari TNI / Polri yang ikut dalam penjagaan ( Kamtibmas) dengan harapan acara tersebut berjalan lancar tidak ada keributan seperti tahun lalu, imbuhnya.
Jadwal kirab dilaksanakan pada pukul 0.00 wib yg diiringi oleh pusaka keraton yakni Kyai Slamet kebo bule , pusaka keraton, para abdi dalem , Masyarakat budaya , kerabat Sentono dalem, pengageng keraton dan para putra putri Dinasti Pakubuwana dengan rute Kirab Sejauh kurang lebih 5 km melewati gapura pangurakan , geladak sampai kengading dan kembali kekraton dengan cara laku tapa bisu ( meditasi /evaluasi dari tahun yang lalu berganti ke tahun yang akan dilaluinya) berdasarkan Tahun Jawa . Red Alfian















