Pasuruan, REALITA —Kegiatan Terbang ISHARI kolosal yang diikuti oleh sekitar 2.000 peserta sukses digelar di halaman Kantor Bupati pada Jumat (26/9/2026). Para peserta merupakan perwakilan anak-anak dan pemuda berusia di bawah 20 hingga 24 tahun yang berasal dari setiap kecamatan serta utusan pelajar.
Pelibatan generasi muda dan anak-anak sekolah dalam ajang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang tepat mengenai transformasi digital. Melalui pementasan tradisi ini, para pelajar diajak untuk menjaga nilai kebudayaan dan kehadiran spiritual secara langsung, sehingga tidak salah memahami digitalisasi sekadar sebagai hal yang serba praktis atau pasif.

” Anak-anak sekolah biar memahami transformasi digital serta penguatan literasi budaya terbang kuno pakai tangan”jelas Gus Sobih.
Penyelenggaraan I SHARI kolosal ini juga ditujukan sebagai langkah penguatan karakter generasi muda ke depan. Harapan besar disampaikan agar seni kebudayaan ISHARI dapat dimasukkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam pementasan tersebut, ditegaskan pula perbedaan mendasar antara seni ISHARI dengan Banjari. Berbeda dengan Banjari yang kerap diiringi ragam instrumen seperti jidor besar, ketipung, maupun alat musik lainnya, seni ISHARI murni mengandalkan tabuhan terbang kuno dan paduan tepukan tangan tanpa alat musik tambahan. Kekhasan dan nilai spiritual seni ISHARI ini terasa mendalam, terutama saat dilantunkannya pembacaan mahalul qiyam. (Abi/Sul)
Editor/Sam*














