BaliBerita Bali

Catur Sagotra Mataram Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung, Perkuat Silaturahmi Jawa-Bali

1533
×

Catur Sagotra Mataram Hadiri Festival Budaya Kerajaan Klungkung, Perkuat Silaturahmi Jawa-Bali

Sebarkan artikel ini

Bali, REALITA – Para pemerhati budaya Nusantara yang tergabung dalam Catur Sagotra Mataram turut memeriahkan Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di kawasan bersejarah Puri Agung Klungkung, Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan sekitar 75 kerajaan Nusantara, termasuk dari lingkungan keraton Surakarta dan Yogyakarta. Festival ini menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan antarkerajaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Rangkaian kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Wanti Warsa ke-XVI serta upacara sakral Abhisheka Ratu Dalem Smara Putra Shri Coma Kepakisan. Selain itu, kegiatan budaya juga berlangsung dalam rangkaian Klungkung Heritage Festival di kawasan Kertha Gosa.

Perwakilan Catur Sagotra Mataram, R.M.B. Ariyanto S., menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran para perwakilan kerajaan Nusantara dalam festival tersebut.

Menurut Ariyanto, pertemuan lintas budaya dan kerajaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, khususnya antara masyarakat Jawa dan Bali, sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung pelestarian budaya daerah maupun nasional.

“Semoga acara ini membawa berkah dan semakin mempererat silaturahmi antara Jawa dan Bali. Kami sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya daerah seperti ini. Tradisi dan peninggalan leluhur merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman,” ujar Ariyanto.

Ia juga menegaskan pentingnya peran para pemerhati budaya dalam menjaga keberlangsungan tradisi Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi muda.

“Melestarikan budaya leluhur adalah menjaga jati diri bangsa. Semoga para budayawan senantiasa mendukung berbagai upaya pelestarian budaya daerah. Budaya adalah fondasi persatuan kita. Mari bersama-sama menjaga warisan ini agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati budaya dari Jawa Tengah yang tergabung dalam Kedhaton Mataram Agung, KRT. Kokok Wahyudi, S.H., berharap Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk merawat tradisi dan sejarah kerajaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, komunitas budaya, dan perwakilan kerajaan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan sehingga nilai-nilai sejarah, adat istiadat, dan kearifan lokal tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang pertemuan budaya yang memperkuat persaudaraan antardaerah, sekaligus menegaskan bahwa pelestarian tradisi merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan keberagaman bangsa Indonesia.

MIKO

Example 300250
Editor: Emha
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *