Berita

Bupati Agus Gondrong Apresiasi Peluncuran Buku Cerita Rakyat ‘Ki Panjang Emas’ Karya SATUPENA Temanggung

6549
×

Bupati Agus Gondrong Apresiasi Peluncuran Buku Cerita Rakyat ‘Ki Panjang Emas’ Karya SATUPENA Temanggung

Sebarkan artikel ini

TEMANGGUNG, REALITA – Persatuan Penulis Indonesia (SATUPENA) Kabupaten Temanggung sukses menggelar Gebyar Ulang Tahun Ke-2 yang ditandai dengan peluncuran buku kumpulan cerita rakyat berjudul “Ki Panjang Emas”. Acara yang berlangsung meriah di Aula SMPN 6 Temanggung pada Minggu (18/10/2026) ini dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan (Agus Gondrong), bersama Bunda Literasi Kabupaten Temanggung, Panca Dewi Agus Setyawan.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut sekaligus meresmikan peluncuran buku antologi karya 17 penulis anggota SATUPENA Temanggung. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kiprah dua tahun organisasi kepenulisan ini di bumi Temanggung.

Dalam sambutannya, Bupati Agus Gondrong menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap dedikasi para penulis lokal yang konsisten merawat sejarah dan tradisi lisan melalui karya tulis.

Sejalan dengan hal itu, Ketua SATUPENA Kabupaten Temanggung, Wiwik Hartati, mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah daerah dan Bunda Literasi menjadi suntikan semangat tersendiri bagi ekosistem kepenulisan di Temanggung untuk terus melahirkan karya kreatif.

Wiwik menekankan pentingnya literasi dalam membentuk pola berpikir kritis, mendongkrak capaian akademik, menumbuhkan budaya pembelajar, serta memperluas wawasan global di dunia pendidikan. Di sisi lain, ia juga menyebutkan bahwa belajar sastra memiliki andil besar dalam mengasah kecerdasan emosional, menjadi media ekspresi kreatif, melestarikan warisan kebudayaan, sekaligus mempertajam keterampilan berbahasa masyarakat.

Sajian Seni dan Tradisi Budaya

Kemeriahan acara semakin memuncak saat Bupati dan Bunda Literasi disambut oleh pementasan teatrikal puisi bertajuk “Tangisan Perdana Ki Panjang Emas”. Pertunjukan ini dibawakan oleh Setyo Wulansari bersama Dengung Teater Temanggung dari Sanggar Teras Ngadirejo. Gerakan teatrikal yang dinamis dan penuh penjiwaan berhasil memukau mata para penonton yang hadir.

Nuansa budaya kian kental melalui tampilan pertunjukan teatrikal tradisi Kirab Nganten versi Lurah Traji. Pertunjukan ini menggambarkan ritual sakral yang rutin digelar setiap tanggal 1 Sura di Sendang Sidukun—sebuah mata air keramat yang dipercaya masyarakat setempat sebagai simbol mata air kehidupan yang tidak pernah mati.

Ketua SATUPENA Provinsi Jawa Tengah yang turut hadir memberikan sambutan juga menaruh harapan besar bagi kepengurusan di tingkat daerah. Pihaknya menegaskan agar SATUPENA Temanggung tidak berhenti pada euforia gebyar ulang tahun saja, melainkan harus terus membuktikannya lewat karya-karya literasi nyata yang menggema dan memberi dampak positif di tengah masyarakat.

Sekilas Tentang SATUPENA

SATUPENA merupakan nama populer atau akronim dari Persatuan Penulis Indonesia. Gagasan untuk membentuk wadah ini pertama kali muncul pada tanggal 8 Oktober 2016 di sela-sela acara Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) di Magelang, Jawa Tengah.

Gerakan ini diinisiasi oleh sejumlah penulis terkemuka seperti Imelda Akmal, Hikmat Darmawan, dan Mardiyah Chamim, serta difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah. Nama “SATUPENA” sendiri dicetuskan oleh budayawan Candra Malik yang melambangkan semangat persatuan para penulis.

Secara nasional, SATUPENA lahir sebagai gerakan kolektif para penulis lintas genre di Indonesia dengan visi besar untuk membangun ekosistem literasi yang sehat, memperjuangkan hak-hak profesional penulis, memberikan perlindungan hak, serta menjadikan tulisan sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bedah Buku dan Dialog Literasi

Rangkaian perayaan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog literasi yang interaktif serta bedah buku “Ki Panjang Emas”. Sesi pembedahan isi buku dipandu oleh sastrawan dan penulis senior terkemuka asal Temanggung, Roso Titie Sarkoro, yang mengupas tuntas nilai-nilai historis serta kearifan lokal yang terkandung di dalam antologi cerita rakyat tersebut.

Gebyar Ulang Tahun Ke-2 ini menjadi momentum refleksi penting bagi kebangkitan literasi daerah. Melalui peluncuran buku “Ki Panjang Emas”, SATUPENA diharapkan dapat terus tumbuh secara konsisten dan memegang peran kunci dalam memikat minat generasi muda. Dengan demikian, estafet kreativitas ini akan terus berjalan dan mampu melahirkan kreator-kreator baru yang siap menelurkan karya emas mereka di panggung literasi nasional maupun internasional.

(Bud/muz)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *