Berita

Aliansi Semar Gugat Bersama Elemen Budaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Candi Gedong Songo, Tegaskan Penolakan Proyek Geotermal

2782
×

Aliansi Semar Gugat Bersama Elemen Budaya Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Candi Gedong Songo, Tegaskan Penolakan Proyek Geotermal

Sebarkan artikel ini

Semarang, REALITA — Aliansi Semar Gugat bersama masyarakat dan elemen budaya menggelar upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang dipadukan dengan aksi kebudayaan menolak proyek geothermal (panas bumi) di pelataran Kawasan Candi Gedong Songo, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Aksi ini dihadiri masyarakat sekitar, pegiat budaya, serta jajaran pengamanan dari Polsek Bandungan yang dipimpin Aipda N. Nugroho bersama anggota Bhabinkamtibmas dan unsur TNI. Kehadiran jajaran TNI-Polri bertujuan memastikan stabilitas keamanan serta menjaga iklim kegiatan tetap kondusif.

Dalam orasinya, massa menyampaikan sikap tegas menolak pengembangan proyek panas bumi di kawasan Gunung Ungaran. Mereka membawa empat poin tuntutan utama, yakni:

Menolak tanpa kompromi seluruh proyek geothermal di wilayah Indonesia.

Mendesak pencabutan Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 134.k/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Mendesak revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi.

Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk melakukan reshuffle terhadap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Perwakilan massa, Rahman, menyatakan bahwa aksi ini lahir dari aspirasi masyarakat yang khawatir terhadap dampak lingkungan dan kelestarian sejarah di kawasan lereng Gunung Ungaran.

“Lokasi Gunung Ungaran merupakan destinasi wisata sekaligus kawasan situs candi yang disucikan dan dijadikan tempat ibadah bagi umat Hindu, Buddha, serta penganut Kapitayan. Aktivitas eksplorasi geothermal dikhawatirkan dapat merusak keberadaan situs sejarah tersebut,” ujar Rahman.

Usai upacara dan penyerahan tuntutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di sekitar kawasan sebagai bentuk simbolis perlindungan ekosistem lingkungan. Tokoh budaya setempat, Ki Tarno Kolocokro, turut mengingatkan pemerintah daerah dan pusat untuk mempertimbangkan potensi risiko jangka panjang dari kegiatan eksplorasi geothermal. Ia mengomparasikan kekhawatiran warga dengan bencana luapan lumpur yang pernah terjadi di Jawa Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan diskusi “Curah Pikir” di pendopo kediaman tokoh lokal, Erik Sadewo, yang terletak di samping pelataran kawasan Candi Gedong Songo. Diskusi interaktif tersebut menghasilkan kesepakatan bersama melalui tagar #TOLAK GEOTERMAL TANPA KOMPROMI.

Massa berharap pemerintah daerah—mulai dari tingkat Kabupaten Semarang hingga Provinsi Jawa Tengah—serta pemerintah pusat dapat membuka ruang dialog bersama masyarakat guna mendengarkan aspirasi warga terkait kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Gunung Ungaran.

 

Miko

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *