Pasuruan, REALITA —Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lita Mahfud Arifin, menyuarakan keprihatinannya atas kondisi sekolah rusak serta sejumlah persoalan pendidikan di Kabupaten Pasuruan.
keprihatinan soal keberadaan sekolah berstatus favorit kala dirinya melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di wilayah kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan pada Jum’at (09/10/26) dimana kondisi bangunan infrastruktur amat mengkhawatirkan dengan sanggaan tiang-tiang kayu sehingga membahayakan keselamatan para siswa.
Politisi Nasdem mendorong kepala Dinas Pendidikan setempat agar lebih aktif mengawasi dan merespons cepat kerusakan fasilitas tanpa menunggu hingga tahun anggaran 2027 atau timbulnya korban jiwa.
”Harusnya ada keaktifan dari Dinas Pendidikan setempat agar sekolah-sekolah yang sudah rusak parah tidak sampai ada korban anak-anak yang kejatuhan genteng atau kayu,” ujar Lita. Ia menekankan pentingnya
pendampingan dari dinas terkait prosedur pengajuan revitalisasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain persoalan infrastruktur.
Lita menyinggung masalah pemerataan tenaga pendidik. Ia menemukan adanya sekolah yang masih mengalami kekurangan hingga empat orang guru, yang dinilainya membutuhkan perhatian dan pembenahan segera.
Terkait program bantuan biaya pendidikan, Lita meminta agar penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak hanya berfokus pada jumlah kuota. Pemerintah daerah diminta aktif mengawasi dan mengidentifikasi penyebab masih banyaknya anak yang putus sekolah pada jenjang peralihan SMP ke SMA maupun mahasiswa penerima KIP Kuliah yang tidak menyelesaikan studinya.
Lita mengajak Dinas Pendidikan untuk memperkuat kolaborasi bersama perwakilan Komisi X DPR RI agar persoalan pendidikan di Pasuruan dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga seluruh anak dapat mengenyam pendidikan yang layak mulai dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi.(Abi/sul)
Editor/Sam*














