BERITA BOGOR

Diduga Keracunan MBG, 481 Siswa SMP di Dramaga Bogor Jalani Perawatan

2178
×

Diduga Keracunan MBG, 481 Siswa SMP di Dramaga Bogor Jalani Perawatan

Sebarkan artikel ini

Bogor, REALITA – Sebanyak 481 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan siswa tersebut sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, total siswa yang datang untuk mendapatkan bantuan pengobatan mencapai 481 orang.

“Jumlah siswa-siswi yang datang untuk meminta bantuan pengobatan itu jumlahnya 481 siswa-siswi,” kata Rudy, dikutip dari detikcom, Selasa (27/10/2026).

Menurut Rudy, gejala yang dialami para siswa mulai muncul pada Senin (26/10/2026), dengan waktu kemunculan yang berbeda-beda, mulai Senin malam hingga Selasa pagi.

Meski demikian, sebagian besar siswa dilaporkan mengalami perkembangan kondisi yang membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil, bahkan akan dipulangkan,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, mayoritas korban mendapatkan penanganan di Puskesmas Cangkurawok. Sementara itu, sejumlah siswa lainnya dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Dari total 481 siswa yang dilaporkan membutuhkan bantuan pengobatan, sejumlah korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Di Puskesmas Cangkurawok, sekitar sembilan siswa masih dalam penanganan dan dijadwalkan segera dipulangkan karena kondisinya stabil. Sementara itu, dari 19 siswa yang dirujuk ke Rumah Sakit KBP, sebanyak 16 orang telah kembali dan tiga lainnya masih dirawat.

Adapun di RSM, dari 14 siswa yang mendapatkan penanganan, satu siswa dilaporkan masih menjalani perawatan.

Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, memastikan seluruh biaya pengobatan para korban ditanggung pemerintah daerah, baik di puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit swasta yang menjadi tempat rujukan.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, sampel makanan dan minuman dari program MBG telah diambil untuk menjalani pengujian laboratorium oleh dinas terkait.

“Untuk sampel makanan dan minuman telah diambil untuk diuji di laboratorium oleh dinas terkait,” ungkap Rudy.

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab munculnya gejala yang dialami ratusan siswa. Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diketahui, dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari menu MBG.

Sementara itu, Kapolsek Dramaga Iptu AM Zalukhu membenarkan adanya laporan dugaan keracunan yang melibatkan ratusan siswa dari sejumlah sekolah.

“Betul ada keracunan, beberapa ratus orang, ada dari SMP 1, SMP 2, sekarang ada lagi dari SMP 3,” kata Zalukhu.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan siswa di tiga SMP negeri. Hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber kejadian sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Adw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *