Berita

DITENGAH 5 Ribu Penonton Konser Iwan Fals, Owner Malahayati Suarakan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

1776
×

DITENGAH 5 Ribu Penonton Konser Iwan Fals, Owner Malahayati Suarakan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Sebarkan artikel ini

DEPOK, REALITA – Konser musik bertema lingkungan yang dibawakan musisi legendaris Iwan Fals tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga menjadi panggung edukasi. Di tengah ribuan penonton, Organisasi Konsultan Malahayati hadir menyuarakan keresahan masyarakat terkait pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online (judol), dan investasi bodong.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Owner Malahayati, Ujay, saat ditemui di booth Malahayati di area konser Iwan Fals, Sabtu (31/10/2026). Konser yang dihadiri sekitar 5.000 penonton itu mengangkat tema kerusakan hutan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan lagu andalan “Hijau”.

Ujay mengatakan, keterlibatannya dalam konser Iwan Fals berawal dari kekagumannya sebagai penggemar. Kolaborasi antara Malahayati dan manajemen Iwan Fals pun sudah terjalin intens sejak kegiatan Malahayati yang sudah di gelar sebelumnya.

“Kami dapat kesempatan buka booth di sini. Konsernya luar biasa, 5 ribu orang. Temanya tentang hutan dan karhutla, lagunya lagu Hijau. Jadi sangat relevan dengan isu yang kami bawa,” ujar Ujay kepada awak media.

Menurut Ujay, Malahayati hadir di Indonesia sebagai respons atas banyaknya korban dari praktik pinjol ilegal, judol, dan investasi bodong yang kian meresahkan.

“Malahayati hadir untuk memberikan pemahaman terkait keresahan masyarakat saat ini, yaitu pinjol ilegal, judi online dan investasi bodong. Tiga hal ini sudah memakan banyak korban, baik korban moral, korban mental hingga korban nyawa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, mayoritas korban yang datang ke Malahayati mengalami kesulitan saat ingin menyelesaikan tanggung jawab pembayaran. Hal ini disebabkan bunga dan denda yang sangat tinggi dan tidak masuk akal.

“Kami membantu memberikan pemahaman regulasi penagihan dan regulasi fintech. Kami juga membantu masyarakat untuk bernegosiasi dengan pihak aplikasi sesuai dengan kemampuan yang mereka sanggupi,” jelasnya.

Ujay menegaskan, Malahayati tidak pernah menjanjikan penghapusan utang, melainkan memastikan proses penagihan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, hingga saat ini pihaknya tidak pernah mendapatkan tuntutan hukum dari perusahaan pinjol.

“Kami hanya memberikan edukasi sesuai regulasi. Tidak ada tuntutan dari PT pinjol ke Malahayati,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Ujay berpesan kepada masyarakat yang terjerat pinjol untuk tidak panik dan takut.

“Buat masyarakat yang terdampak ataupun terjerat di pinjaman online ilegal jangan panik jangan khawatir. Setiap permasalahan pasti ada solusinya,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan edukasi dan pendampingan, Malahayati dapat dihubungi melalui akun Instagram resmi di *malahayaticonsultant_id* tutup nya.

 

Murhadi Yanto

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *