Berita Semarang

Isu Geotermal Ungaran-Telomoyo, TNI Tekankan Kondusivitas, Kecamatan Banyubiru Arahkan Konfirmasi ke Pemkab

1647
×

Isu Geotermal Ungaran-Telomoyo, TNI Tekankan Kondusivitas, Kecamatan Banyubiru Arahkan Konfirmasi ke Pemkab

Sebarkan artikel ini

Semarang, REALITA – Rencana eksplorasi panas bumi (geotermal) di kawasan Gunung Ungaran dan Pegunungan Telomoyo masih menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan dan sosial mendorong perlunya informasi yang terbuka serta penjelasan teknis dari pemerintah dan pihak terkait.

Untuk menggali informasi di tingkat wilayah, tim media melakukan penelusuran ke sejumlah instansi pada Selasa (22/9/2026).

TNI: Fokus Menjaga Kondusivitas

Tim media terlebih dahulu menyambangi Markas Koramil Ambarawa sekitar pukul 13.15 WIB. Petugas piket Koramil Ambarawa, Ervin, menyampaikan bahwa TNI tetap menjaga posisi netral dalam menyikapi dinamika rencana proyek geotermal.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibicarakan secara bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta pihak-pihak terkait.

“TNI tidak berat sebelah dalam menyikapi isu proyek panas bumi ini. Harapan kami, pemerintah pusat hingga daerah beserta seluruh lapisan masyarakat dapat duduk bersama mencari jalan terbaik. Kami berfokus menjaga keamanan agar lingkungan tetap kondusif,” ujar Ervin.

Kecamatan Banyubiru: Detail Teknis di Pemkab

Penelusuran kemudian dilanjutkan ke Kantor Kecamatan Banyubiru sekitar pukul 13.59 WIB. Tim diterima Camat Banyubiru, Zakky Kurniawan.

Zakky menjelaskan bahwa pihak kecamatan belum memiliki pemahaman secara mendalam mengenai aspek teknis rencana proyek tersebut karena belum terlibat secara formal dalam pembahasan.

Ia juga menyebut pihak Kecamatan Banyubiru tidak menerima undangan resmi dalam forum diskusi yang sebelumnya digelar Universitas Diponegoro (Undip) bersama sejumlah instansi dan masyarakat.

“Apabila dimintai keterangan, kami sampaikan apa adanya bahwa kami belum paham detailnya. Pihak yang memiliki kewenangan dan pemahaman komprehensif adalah Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Sekretariat Daerah (Sekda) beserta jajaran teknisnya,” tegas Zakky.

Warga Mulai Didorong Melihat Langsung Operasional Geotermal

Sementara itu, seorang ASN setempat menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Wirogomo tengah mengambil langkah edukatif dengan mengirim sekitar 15 perwakilan desa dan warga untuk melakukan studi literasi sekaligus studi banding ke kawasan pembangkit geotermal di Dieng, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai operasional pembangkit panas bumi, termasuk manfaat maupun potensi dampak yang perlu diperhatikan.

Kekhawatiran Lingkungan Masih Berkembang

Di tengah rencana pengembangan energi panas bumi, sejumlah kekhawatiran masyarakat masih berkembang, baik melalui media massa maupun media sosial.

Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan sumber air. Sebagian warga mengkhawatirkan kemungkinan perubahan kondisi sumber air yang selama ini menopang wilayah sekitar, termasuk Ungaran, Bringin, Sumowono, Boja, Ambarawa, Salatiga hingga Kota Semarang.

Kekhawatiran lain berkaitan dengan kondisi geologi dan kelestarian kawasan cagar budaya, termasuk Kompleks Candi Gedongsongo. Masyarakat juga mempertanyakan kemungkinan risiko geologi lain yang perlu dikaji secara ilmiah.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak pengembang memberikan sosialisasi secara terbuka, menyampaikan kajian teknis yang dapat dipahami masyarakat, serta membuka informasi mengenai dokumen dan hasil kajian lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, perdebatan mengenai rencana geotermal Ungaran-Telomoyo tidak hanya berlangsung di ruang publik dan media sosial, tetapi dapat menjadi pembahasan berbasis data, kajian ilmiah, serta keterlibatan masyarakat terdampak.

Alfian

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *