Buleleng, REALITA –Dalam peringatan World Mangrove Day yang diperingati setiap 26 Juli menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menjaga ekosistem laut, begitu juga komunitas alam Bali yang sangat perduli dengan penanaman mangrove dan didukung pula oleh Bapak Gubernur Bali ( I Wayan Coster)di Media sosial .Tim Komunitas pelestari Alam Bali melakukan peninjauan lokasi di Bali Barat pada 28 /7/26 .
Peninjauan Lokasi penanaman pohon mangrove di Bali Barat Menurutnya, gerakan tersebut menjadi contoh nyata sinergi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam memulihkan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
RA.Ambarwati menegaskan, tantangan pembangunan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran, tetapi juga kerusakan lingkungan yang mengancam keberlanjutan kehidupan.
“Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan, rehabilitasi, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan tidak akan mampu memberikan manfaat jangka panjang,” kata Ambar
Menjelaskan pula , mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, gelombang, banjir rob, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove juga berperan menjaga kualitas perairan, menyerap polutan, serta menopang produktivitas sektor perikanan.
Menurut Tjokorda Raka penatih , lebih dari 80 persen spesies laut tropis bergantung pada ekosistem pesisir, termasuk mangrove, sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pembesaran (nursery ground), dan mencari makan (feeding ground).
“Mangrove bukan hanya benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi dan banjir rob, tetapi juga menjadi tempat pemijahan, pembesaran, dan mencari makan bagi sebagian besar biota laut tropis yang menopang ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.
RM. Miko Alfian menambahkan , mangrove merupakan salah satu ekosistem blue carbon yang mampu menyerap dan menyimpan karbon sekitar empat kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Karena itu, perlindungan dan restorasi mangrove menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.
“Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan tumbuhnya mangrove, pulihnya ekosistem, meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesisir, serta terjaganya lingkungan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Alfian















