BERITA DAERAH

15 Desa Adu Kreasi Tumpeng,warnai Kemeriahan HUT RI Ke- 81

2369
×

15 Desa Adu Kreasi Tumpeng,warnai Kemeriahan HUT RI Ke- 81

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA -Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan sedikit beda dengan wilayah kecamatan lain.

Selain di gelar upacara bendera, momentum kemerdekaan juga dirangkai dengan pemberian penghargaan hingga lomba hias tumpeng yang melibatkan seluruh desa, Senin (17/8/2026).

Pelaksanaan upacara yang digelar di Lapangan Karangrejo, Kecamatan Gempol. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimcam Gempol, kepala desa se-Kecamatan Gempol, pemuka agama, tokoh masyarakat, barisan relawan, serta perwakilan guru dan pelajar.

 

Di akhir upacara Pemerintah Kecamatan Gempol juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang mencatatkan pencapaian terbaik dalam pembayaran pajak.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi pemerintah desa dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak sekaligus pembangunan daerah.

Usai upacara, masih di lanjutkan lomba hias tumpeng. Sebanyak 15 desa se-Kecamatan Gempol ambil bagian dalam kegiatan yang tidak sekadar menguji kreativitas, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antarwilayah.

Camat Gempol Hadi Mulyono mengatakan, lomba tumpeng sengaja menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan karena memiliki makna yang selaras dengan semangat HUT RI ke-81.

Menurutnya, tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan dan kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

“Lomba tumpeng ini bukan sekadar mencari siapa yang paling bagus atau paling kreatif. Tapi juga mengandung semangat gotong royong, kebersamaan dan keberagaman. Semua unsur itu menjadi bagian penting untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” ujar Hadi.

Ia menambahkan, tumpeng juga identik dengan hasil bumi dan rasa syukur. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja bersama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Dari tumpeng kita bisa melihat ada banyak bahan, bentuk dan warna yang berbeda, tetapi ketika disatukan akan menjadi satu sajian yang utuh. Ini gambaran sederhana bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun Gempol dan Indonesia,” katanya.

Dari 15 desa yang mengikuti lomba, Desa Watukosek berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Desa Sumbersuko, sedangkan juara ketiga diraih Desa Carat. (Abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *