Berita Bangkalan

Membanggakan! Motor Kustom Pelor Angin Karya Putra Bangkalan Raih The Best of Show Kustomfest 2026

939
×

Membanggakan! Motor Kustom Pelor Angin Karya Putra Bangkalan Raih The Best of Show Kustomfest 2026

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Karya motor kustom bertajuk Pelor Angin besutan Ajies Sabara bersama dua saudaranya berhasil meraih penghargaan bergengsi The Best of Show Kustom Bike Kustomfest 2026 di Yogyakarta. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi putra daerah Bangkalan, Madura, yang mampu menunjukkan kreativitasnya di panggung kustom nasional.

Ajies Sabara bukan hanya dikenal sebagai kreator motor kustom. Ia juga berprofesi sebagai guru kesenian di SMK Al-Hikam Kemayoran, Kabupaten Bangkalan. Di sela aktivitas mengajar, Ajies terus mengembangkan kreativitas di bidang seni, khususnya seni lukis yang kemudian menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan karya motor kustom.

Motor Pelor Angin dibangun dengan basis Honda CB150R tahun 2013. Konsepnya terinspirasi dari gambar FA32 yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah karya nyata melalui proses kreatif dan pengerjaan bersama kedua saudaranya.

Berbekal pengalaman di bidang seni lukis, Ajies dan kedua saudaranya mencoba membawa imajinasi dari atas kertas ke bentuk kendaraan kustom. Perpaduan gagasan, keterampilan artistik, dan keberanian bereksperimen itu mengantarkan Pelor Angin meraih penghargaan tertinggi di kelasnya dalam ajang tersebut.

Ajies mengaku tidak menyangka karya mereka mampu memperoleh penghargaan tersebut. Pasalnya, Kustomfest 2026 menjadi pengalaman pertama bagi mereka mengikuti ajang kustom bergengsi itu.

“Gak bisa bicara saya. Intinya, target kami ke sini cuma untuk lolos Kustomfest ini, karena ini pertama kali kami ikut. Puji syukur kepada Allah,” ungkap Ajies.

Ia menjelaskan, perjalanan mereka berawal dari ketekunan menekuni seni lukis. Dari pengalaman tersebut, muncul keyakinan bahwa kemampuan menuangkan gagasan melalui gambar dapat dikembangkan menjadi karya nyata yang memiliki karakter dan identitas tersendiri.

Namun, proses mewujudkan Pelor Angin bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah keterbatasan pendanaan selama pengerjaan motor tersebut. Meski demikian, kendala itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan karya hingga dapat tampil di Kustomfest 2026.

Nama Pelor Angin sendiri memiliki dua makna yang berkaitan dengan inspirasi khas Madura dan unsur material. Pertama, nama tersebut terinspirasi dari sapi karapan yang identik dengan kecepatan. Kedua, nama itu merujuk pada senapan angin yang memiliki unsur logam dan kayu.

Keberhasilan Pelor Angin menjadi bukti bahwa kreativitas anak daerah dapat berkembang dan memperoleh pengakuan melalui ajang nasional. Bagi Ajies dan kedua saudaranya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian, melainkan juga motivasi untuk terus menghasilkan karya yang lebih inovatif.

Tak berhenti di Kustomfest, motor Pelor Angin bahkan direncanakan akan dibawa ke Jepang untuk diperkenalkan di panggung internasional. Rencana tersebut membuka peluang bagi karya kreatif dari Bangkalan, Madura, untuk dikenal lebih luas di dunia kustom.

Prestasi Ajies Sabara bersama kedua saudaranya sekaligus memperlihatkan bahwa dunia pendidikan, seni, dan kreativitas dapat berjalan beriringan dalam melahirkan karya yang membanggakan daerah.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *