Pasuruan, REALITA -Program pendampingan pengelolaan sampah oleh yang di gagas Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) bekerjasama dengan di lingkungan pondok pesantren merupakah langkah strategis untuk memperkuat edukasi dan membangun budaya peduli lingkungan, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Hal tersebut disampaikan oleh Nila Illyyatuz Zufa perwakilan pengurus pondok Ngalah pada Jum’at ( 16/10/26) ,ia menjelas kan bahwa kegiatan Pelatihan Training of Trainer (ToT) Pengelolaan Lingkungan serta pendampingan di mulai sejak Juli ini memberikan banyak manfaat salah satu point pentingnya Adalah membangun kesadaran baru di kalangan santri.
Sebanyak 31 santri dan 5 pengurus pondok turut serta aktif dalam program ini untuk mempelajari sistem organisasi dan strategi pemilahan sampah.”Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Selama pendampingan sejak Juli lalu, anak-anak mulai mengenal dan memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik,” ujar jelasnya.
Ia menambahkan,ada 6 asrama yang dilibatkan sebagai pilot project—mulai dari asrama A hingga asrama S—para santri kini semakin aktif dan memahami cara memilah sampah, Dampak dari program ini dirasakan secara langsung pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di lingkungan pondok.
Meskipun penurunan volume sampah belum tergolong masif, namun volume sampah secara keseluruhan di enam asrama pilot project tersebut mulai berkurangkan. “ Pihak pondok kini juga telah melakukan berbagai langkah pengolahan lanjutan di TPS, seperti pengepakan sampah kresekan serta pemilahan sampah umum hasil dari materi pendampingan FKPL “bebernya.
Terkait pemanfaatan hasil pemilahan sampah, pihak pengelola menyatakan bahwa saat ini sampah-sampah yang dipilah belum diarahkan untuk sirkulasi ekonomi atau dijual secara komersial. Fokus utama kegiatan saat ini masih sebatas edukasi, pembiasaan pemilahan, serta perpanjangan tangan pondok melalui keterlibatan para alumni.
Meski demikian, beberapa alumni sempat memberikan masukan agar sampah plastik ke depannya dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna seperti biji plastik. Untuk saat ini, botol-botol bekas penampungan telah dikelola secara bertahap oleh pihak pondok bersama para alumni.
Dengan adanya materi mengenai sistem organisasi dan strategi pemilahan sampah yang diberikan secara telaten oleh FKPL, diharapkan kesadaran menjaga lingkungan di lingkungan pondok pesantren ini dapat terus berlanjut dan berkembang lebih luas ke depannya.
Program ini mendapat dukungan dari PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEPI) sebagai sponsor, dengan FKPL Kabupaten Pasuruan sebagai pelaksana kegiatan di bawah kepemimpinan Ahmad Tohir
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menjadi penggerak serta menularkan praktik pengelolaan lingkungan yang baik kepada komunitasnya.(abi/sul)
Editor/Sam*














