Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

Gali Potensi Ekonomi Pemuda, Nurul Huda Gelar Sosialisasi Pengembangan UMKM di Blega

3192
×

Gali Potensi Ekonomi Pemuda, Nurul Huda Gelar Sosialisasi Pengembangan UMKM di Blega

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Upaya mencetak wirausaha muda sekaligus mengangkat potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digalakkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Nurul Huda S.Hi., M.H. Ia menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Mencetak Entrepreneur Muda: Strategi Menumbuhkan UMKM dari Kalangan Pemuda” di Cafe Perundingan pada Sabtu, 16 Mei 2024 pukul 01.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pemuda, tokoh masyarakat, perwakilan Camat Blega, Ketua Pemuda Ansor, serta para pelaku usaha kecil yang bergerak di wilayah Kecamatan Blega. Acara ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan langkah praktis agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui pengembangan usaha lokal.

Dalam penyampaian materinya, Nurul Huda menegaskan bahwa pemuda memiliki peran sentral sebagai penggerak roda perekonomian di daerah. Ia menyebutkan, kehadiran program unggulan pemerintah pusat yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), merupakan peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di wilayah tersebut.

“Pemerintah sudah membuka ruang melalui program MBG. Tapi kalau pemuda dan UMKM kita tidak siap, peluang itu akan diambil pihak lain. Makanya kita dorong mereka memahami skema, syarat, dan strategi masuk ke ekosistem itu,” ujar Nurul Huda di sela-sela kegiatan.

Politisi Fraksi PPP daerah pemilihan Madura periode 2024–2029 ini juga menyoroti berbagai hambatan yang sering dirasakan pelaku UMKM, mulai dari sulitnya mendapatkan akses permodalan, belum lengkapnya legalitas usaha, hingga minimnya pemahaman terkait standar produksi yang baik. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyusun program pendampingan yang lebih nyata serta menyederhanakan persyaratan bagi pelaku usaha mikro dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Reses nanti akan saya jadikan wadah untuk menampung aspirasi. Kalau ada kendala di lapangan, itu yang akan kita bawa ke rapat komisi agar ada perubahan kebijakan,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik sosialisasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, disertai bimbingan teknis agar tidak hanya berhenti pada pembahasan saja. Para peserta juga menyampaikan temuan di lapangan, salah satunya adalah pelaksanaan dapur MBG yang dinilai belum sesuai dengan tujuan awal pemerintah. Hal ini terlihat dari sebagian besar pasokan bahan baku yang digunakan justru didatangkan dari luar wilayah Kecamatan Blega, sehingga belum memberikan dampak ekonomi maksimal bagi warga sekitar.

Selain itu, perwakilan dari pihak kecamatan juga menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang kerap terabaikan namun sangat dirasakan masyarakat, seperti banjir yang terjadi setiap tahun, kemacetan akibat parkir liar yang tidak tertib, serta penumpukan sampah yang tidak ditempatkan pada lokasi yang semestinya.

Menutup kegiatannya, Nurul Huda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai isu terkait pemberdayaan ekonomi pemuda dan pengembangan UMKM di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk di Madura.

aba

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *