Pasuruan, REALITA – Kasus kecelakaan maut yang menyebabkan 4 nyawa melayang di Jalan Raya Gempol menjadi sorotan dari kalangan dewan agar dua lakukan evaluasi total demi keselamatan pengguna jalan.
Hal tersebut disampaikan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan,wakil rakyat mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur lakukan kajian menyeluruh terhadap sejumlah ruas jalan yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal mengungkapkan, desakan tersebut sebenarnya telah disampaikan jauh sebelum kecelakaan maut di Gempol terjadi.
Awal Juli kemarin, ia dan teman – teman Komisi III mendatangi kantor BBPJN Jawa Timur untuk meminta evaluasi terhadap sejumlah titik yang kerap memakan korban jiwa.
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan di jalur nasional tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa biasa.
Menurut Danil, sapaan akrabnya diperlukan langkah konkret berupa kajian teknis dan rekayasa lalu lintas agar keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.
“Kami sudah menyampaikan langsung kepada pihak yang menangani jalan nasional agar dilakukan kajian dan perbaikan sarana dalam rangka pencegahan maupun penanggulangan kecelakaan lalu lintas,” katanya, Rabu (29/07/2026).
Disampaikan Danil, rekayasa lalu lintas perlu dilakukan agar pengguna jalan merasa lebih aman dan nyaman.
Menurut dia, dalam pertemuan itu, DPRD meminta instansi tersebut mengidentifikasi penyebab tingginya angka kecelakaan di sejumlah ruas jalan nasional yang melintasi Kabupaten Pasuruan.
Ia berharap , kajian tersebut harus dilakukan secara ilmiah dengan mempertimbangkan karakteristik jalan, kepadatan kendaraan, hingga pola pergerakan lalu lintas.
Disampaikam Danil, hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kami meminta balai melakukan studi rekayasa lalu lintas. Mengapa di titik-titik tertentu kecelakaan terus berulang, tentu mereka yang memiliki kompetensi untuk mengkajinya. Dari situ bisa diketahui solusi terbaik agar kendaraan dapat melaju lebih aman,” ujarnya.
Ia menyebut, sedikitnya ada beberapa ruas jalan nasional yang selama ini menjadi langganan kecelakaan dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.
Diantaranya kawasan Patung Sapi Pandaan, Simpang Apollo, ruas Bangil–Beji, Jalan Raya Raci, perlintasan Latek Bangil, jalur Rejoso, kawasan Nguling sisi timur, hingga jalur Purwodadi yang kerap dijuluki masyarakat sebagai “jalur tengkorak”.
Menurutnya, setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.
Untuk itu, pemerintah pusat melalui BBPJN seyogyanya segera menyusun desain rekayasa lalu lintas yang sesuai dengan kondisi masing-masing titik.
“Apakah nanti diperlukan pemisahan jalur kendaraan roda dua dan roda empat, penambahan median, perubahan manajemen arus, atau langkah lainnya, itu harus berdasarkan hasil kajian teknis. Tujuannya satu, yaitu menekan angka kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Komisi III berharap tragedi kecelakaan beruntun di Gempol menjadi momentum untuk mempercepat evaluasi terhadap jalur-jalur nasional yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama sehingga peristiwa serupa tidak terus berulang dan kembali menelan korban jiwa.
“Kami tidak ingin setiap kali terjadi kecelakaan baru dilakukan evaluasi. Pencegahan harus menjadi langkah utama agar masyarakat yang melintas di jalur nasional merasa aman dan terlindungi,” pungkasnya. (Abi/sul)
Editor/Sam*















