Berita Pendidikan

Luncurkan Branding Baru, SMP Muhammadiyah Q-Ta Optimistis Ukir Prestasi di Tahun Ajaran 2027-2028

5451
×

Luncurkan Branding Baru, SMP Muhammadiyah Q-Ta Optimistis Ukir Prestasi di Tahun Ajaran 2027-2028

Sebarkan artikel ini

Temanggung, REALITA – SMP Muhammadiyah 2 Kedu, Kabupaten Temanggung kini resmi bangkit dengan wajah baru SMP Muhammadiyah Q-Ta sekaligus dipimpin kepala sekolah baru sejak Rabu 4 November 2026.

Setelah sempat melewati fase pasang surut dalam pelaksanaan pembelajaran, branding baru dilaunching di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Kedu, Dusun Kauman Desa Kedu, Rabu 4 November 2026 oleh Ketua PDM Temanggung.

Mengusung rebranding segar sebagai “SMP Muhammadiyah Q-Ta Kedu”.

sekolah ini optimistis untuk kembali mendulang kejayaan dan mengukir prestasi gemilang pada Tahun Pembelajaran 2027/2028.

Momen bersejarah ini ditandai dengan acara peluncuran (launching) branding baru sekaligus pelantikan Kepala Sekolah yang baru, Sucipto, oleh Ketua PDM Temanggung KH. Makmun Pitoyo.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut digelar di Gedung Dakwah PCM Kedu pada Rabu, 4 November 2026, dan diawali oleh penampilan kreatif Tapak Suci dari siswa MI Muhammadiyah Danurejo.

Sinergi dan Langkah Ikhtiar disampaikan dalam sambutan Ketua PDM Temanggung Makmun Pitoyo, yg hadir langsung bersama jajaran pimpinan daerah untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya langkah ikhtiar yang dilakukan secara ikhlas dan sungguh-sungguh.

“Pengelolaan pendidikan harus disesuaikan dengan peraturan yang ada. Tingkatkan literasi, perbanyak koleksi buku, dan sosialisasikan ‘7 Kebiasaan Anak Hebat’,” tegas Makmun Pitoyo.

Pihak PDM Temanggung juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pimpinan lama atas perjuangannya memberdayakan sekolah di tengah berbagai tantangan, serta mengucapkan selamat bertugas kepada pimpinan baru untuk meneruskan estafet perjuangan.

Kata kunci Rahasia Kebangkitan: “7 Kebiasaan Anak Hebat” & Formula “3T” Ulama digambarkan dengan jelas bahwa untuk mewujudkan generasi emas, SMP Muhammadiyah Q-Ta Kedu mengadopsi konsep 7 Kebiasaan Anak Hebat yang berfokus pada pembentukan karakter.

Selain itu, para ulama Muhammadiyah juga menekankan formula 3T, yaitu:

Tarbiyah (Pengajaran): Mengembangkan potensi fisik, intelektual, dan spiritual anak.

Taklim (Pembelajaran): Mentransfer ilmu pengetahuan secara sistematis.

Takdim (Adab): Membimbing siswa agar memiliki etika, kesopanan, dan rasa hormat yang tinggi. Kombinasi ilmu dan adab inilah yang menjadi modal utama pembelajaran di sekolah ini.

Makmun Pitoyo juga menakar Program Unggulan SMP Muhammadiyah 2 Kedu yaitu Tahfidz, Sains, dan Teknologi.

SMP Muhammadiyah Q-Ta Kedu kini hadir menawarkan tiga pilar program unggulan yang dijabarkan secara aplikatif:

Tahfidz: Program pembiasaan hafalan Al-Qur’an terprogram dengan target capaian juz tertentu, demi mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berjiwa qur’ani.

Sains: Pendekatan pembelajaran berbasis eksperimen, penelitian sederhana, dan penguatan logika berpikir untuk merangsang rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena alam.

Teknologi: Integrasi digitalisasi dalam ruang kelas, mulai dari pemanfaatan perangkat komputer, pembelajaran coding dasar, hingga pemanfaatan teknologi informasi secara bijak dan produktif.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kedu yang baru dilantik, Sucipto menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan kepengurusan lama. “Kami akan meningkatkan etos kerja keras dan kreativitas agar arah kemajuan sekolah ini berjalan lebih terukur,” ujarnya.

Sekolah ini mengusung tagline utama yang sarat makna: Beriman, Berilmu, dan Berprestasi. Maknanya adalah pembentukan karakter siswa yang kokoh dalam fondasi agama (Beriman), unggul dalam wawasan akademis global (Berilmu), hingga mampu melahirkan karya nyata yang diakui publik (Berprestasi).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung Joko Prasetyono, ikut memberikan apresiasi branding baru SMP Muhammadiyah Q-Ta dan juga menginformasikan Evaluasi Nilai TKA siswa SD dan SMP saat ini.

Dalam arahannya, Joko menyoroti pentingnya perubahan paradigma ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, TKA harus dipandang sebagai sebuah metode untuk memberikan penalaran mendalam kepada siswa, bukan sekadar latihan menghafal atau mengerjakan soal.

Joko juga menyampaikan keprihatinannya atas nilai rata-rata hasil TKA jenjang SD dan SMP di Kabupaten Temanggung yang saat ini masih rendah, yakni di kisaran angka 4,4.

“Kondisi ini harus ditingkatkan dengan berbagai upaya di sekolah masing-masing. Perlu usaha maksimal dalam pendidikan karakter anak dan membangun dunia pendidikan secara bersama-sama melalui ruang diskusi. Lakukan juga budaya kompetisi agar kemajuan tercapai secara sehat dan cerdas,” imbau Joko.

Selain itu Joko juga mengingatkan, sekolah harus memperbaiki Ekosistem dan Sadar Mutu. Untuk menjawab tantangan tersebut, SMP Muhammadiyah Q-Ta Kedu harus tancap gas menerapkan tata kelola sekolah yang baru dengan prinsip Sadar Mutu.

Standar Mutu Guru: Setiap tenaga pendidik wajib memenuhi standar kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian yang berkala dievaluasi.

Perbaikan Ekosistem Sekolah: Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, suportif, bersih, dan menyenangkan, di mana hubungan antara guru, siswa, dan orang tua berjalan harmonis dan saling mendukung.

Ketua Panitia Acara, Dzulfikar Avicena, menutup dengan rasa syukur atas suksesnya acara ini. “Konsolidasi perencanaan untuk membangun kembali kesuksesan SMP Muhammadiyah 2 Kedu ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama. Hari ini, dengan kerja keras bersama, alhamdulillah semua terlaksana dengan sukses dan menjadi awal yang baik bagi masa depan sekolah,” pungkasnya.

(Bud/Muz)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *