Berita Bangkalan

Anyaman Bambu Jadi Peluang Usaha, Disperinaker Bangkalan Latih 20 Warga Tanah Merah Laok

1778
×

Anyaman Bambu Jadi Peluang Usaha, Disperinaker Bangkalan Latih 20 Warga Tanah Merah Laok

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Potensi bambu sebagai bahan kerajinan bernilai ekonomi mulai dikembangkan di Kabupaten Bangkalan. Melalui pelatihan kerajinan anyaman bambu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berupaya membekali masyarakat dengan keterampilan produktif yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru.

Pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan tersebut diikuti 20 warga Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah. Kegiatan dibuka pada Senin (2/11/2026) dan berlangsung selama empat hari hingga Kamis (5/11/2026).

Untuk memberikan pembekalan, Disperinaker menghadirkan dua perajin senior asal Yogyakarta yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik secara langsung.

Kepala Bidang Industri Non Agro Disperinaker Bangkalan, Huzaimah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperkuat perkembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah.

Menurutnya, bambu memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga nilai jual.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat kerajinan anyaman bambu, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi peluang usaha. Dengan begitu, potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing IKM di Kabupaten Bangkalan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik pengolahan bambu menjadi produk kerajinan, mulai dari pincuk, rantang susun, besek, tas parsel, hingga keranjang buah.

Tidak sekadar menerima teori, peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan kerajinan. Pendampingan dari perajin berpengalaman diharapkan dapat membantu peserta memahami teknik produksi sekaligus menghasilkan barang dengan kualitas yang layak dipasarkan.

Kepala Desa Tanah Merah Laok bersama perangkat desa turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Kepala Desa mengingatkan peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang telah diberikan.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan berakhir, melainkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

“Kami berharap masyarakat yang mengikuti pelatihan ini benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, keterampilan yang diperoleh tidak dikembangkan. Kami juga berharap ke depan ada keberlanjutan, terutama dalam menghubungkan para peserta dengan pasar, baik lokal, nasional maupun internasional,” tuturnya.

Selain keterampilan produksi, Kepala Desa juga berharap para narasumber dapat memberikan pemahaman mengenai jenis kerajinan yang memiliki permintaan pasar. Dengan begitu, produk yang dihasilkan nantinya tidak hanya menarik secara bentuk, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga mengikuti penyampaian materi dan mencoba berbagai teknik mengolah bambu menjadi produk kerajinan.

Ke depan, keberhasilan pelatihan tersebut tentu tidak hanya diukur dari kemampuan peserta membuat anyaman bambu. Keberlanjutan usaha, kualitas produk, ketersediaan bahan baku, serta akses pemasaran menjadi faktor penting agar keterampilan yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat melanjutkan program tersebut melalui pendampingan usaha dan fasilitasi pemasaran, sehingga kerajinan berbasis potensi lokal mampu berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa.

(eMHa)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *