Bangkalan, REALITA – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Evaluasi terhadap penerapan standar mutu dan keselamatan pasien dinilai perlu diikuti langkah pembenahan nyata, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembahasan Hasil Evaluasi Mutu Puskesmas yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, di Aula Hotel Rose, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi bagi seluruh puskesmas untuk melihat kembali pelaksanaan manajemen pelayanan, mengukur penerapan standar keselamatan pasien, sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perbaikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Nunuk Kristiani, menilai evaluasi memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Menurutnya, hasil penilaian harus menjadi pijakan bagi setiap puskesmas untuk mengetahui kelemahan dalam penyelenggaraan pelayanan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.
Ia menegaskan, rekomendasi evaluasi harus ditindaklanjuti secara konkret agar upaya peningkatan mutu tidak berhenti sebatas laporan maupun kelengkapan dokumen.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap puskesmas dapat memahami hasil evaluasi yang telah dilakukan, mengidentifikasi berbagai kekurangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang konkret dan terukur. Evaluasi ini harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut, mulai dari tata kelola manajemen mutu, pelaksanaan program peningkatan kualitas pelayanan, penerapan keselamatan pasien, hingga sistem pengawasan dan pengendalian risiko.
Persoalan kelengkapan dokumen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan juga menjadi bagian dari evaluasi. Namun, pemenuhan administrasi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan secara langsung.
Kegiatan ini melibatkan kepala puskesmas, penanggung jawab klaster pelayanan manajemen, koordinator mutu pelayanan, serta petugas terkait. Narasumber dari tingkat pusat, provinsi, pemerintah kabupaten, dan tim ahli Dinkes Bangkalan turut memberikan penguatan dalam pembahasan.
Nunuk berharap seluruh puskesmas memiliki komitmen yang sama dalam menindaklanjuti hasil evaluasi sesuai dengan persoalan dan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.
“Komitmen bersama sangat diperlukan agar setiap rekomendasi hasil evaluasi dapat ditindaklanjuti dengan baik. Kami ingin penerapan manajemen mutu semakin konsisten, keselamatan pasien semakin diperhatikan, dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, serta sesuai dengan kebutuhannya,” tambahnya.
Dinkes Bangkalan berharap evaluasi tersebut menjadi momentum untuk membangun budaya kerja yang lebih profesional di lingkungan puskesmas.
Sebab, keberhasilan peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada akhirnya tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar dan dokumen administrasi, tetapi juga dari keamanan, efektivitas, serta kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
(eMHa)














