Pasuruan , REALITA –Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan bersama Ranting Nahdlatul Ulama (NU) setempat menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Rangkaian acara diawali dengan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama yang berlangsung khidmat di Pendopo Desa Bulusari pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan doa bersama ini ditujukan untuk memohon keselamatan dan kelancaran puncak acara peringatan berupa Pawai Santri.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Syamsul Hidayat, Kepala Desa Bulusari, Nur, serta jajaran pengurus Pimpinan Ranting NU Bulusari beserta badan otonom (Banom) seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, dan Banser.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Syamsul Hidayat, menegaskan pentingnya merawat ingatan sejarah dan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

“Sebagai generasi penerus, kita jangan sampai melupakan sejarah perjuangan para kyai dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah,” ujar Syamsul.
Politisi PKB menambahkan, pihaknya mengapresiasi kekompakan warga dan pengurus NU di Desa Bulusari.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan lembaga keagamaan harus terus dijaga agar kegiatan positif semacam ini dapat menginspirasi wilayah lain di Kecamatan Gempol.
Untuk pawai Santri Diikuti 3.000 Peserta
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Santri Desa Bulusari, M. Yunus, menjelaskan bahwa Khotmil Qur’an dan Doa Bersama disengaja menjadi pembuka rangkaian acara agar seluruh agenda berjalan aman, tertib, dan lancar.
Puncak perayaan akan diisi dengan Pawai Santri yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026).
”Sampai saat ini tercatat sekitar 3.000 peserta dari 40 kelompok dipastikan ikut serta. Peserta terdiri dari para santri dan wali santri TPQ se-Desa Bulusari, serta jajaran pengurus Banom NU seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, hingga Banser,” ungkap M. Yunus.
Melalui kemeriahan pawai ini, panitia berharap rasa syukur atas jasa para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dapat terus tertanam kuat di sanubari masyarakat Desa Bulusari.(Abi/sul)
Editor/Sam*














