Blog

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Gempol Resmi Terapkan SOP Baru Pencegahan dan Penanganan Stunting

1779
×

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Gempol Resmi Terapkan SOP Baru Pencegahan dan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini

PASURUAN,  REALITA —Pemerintah Kecamatan Gempol bersama Puskesmas Gempol dan Puskesmas Kepulungan melangkah lebih proaktif dalam menekan angka stunting. Melalui Forum Minilokakarya (Minilok) Tribulanan yang digelar di Aula Kecamatan Gempol, disepakati penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Stunting Terpadu sebagai acuan kerja lintas sektor di seluruh desa. Kamis (15/10/26).

​SOP baru ini mengusung prinsip “Satu Pemahaman, Satu Data, dan Satu Gerak” guna memastikan setiap intervensi gizi maupun kesehatan tepat sasaran serta memiliki acuan kerja yang terukur.

​Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin, menjelaskan bahwa penyusunan dan penguatan SOP ini mendesak dilakukan agar penurunan prevalensi stunting dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

​”Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. Melalui SOP terpadu ini, seluruh pihak—mulai dari pimpinan kecamatan, TNI-Polri, hingga kader kesehatan di desa—memiliki pembagian tugas, penanggung jawab, dan indikator keberhasilan yang jelas,” tegas dr. Arma.

​Terapkan Siklus Intervensi Hulu ke Hilir
​Dalam dokumen SOP tersebut, langkah pencegahan dan penanganan diatur secara rinci dalam dua pendekatan utama:

​Pencegahan dari Sektor Hulu (Masa Pra-Kehamilan & Kehamilan):

​Edukasi Dini: Pemberian pemahaman mengenai faktor risiko stunting kepada calon pengantin dan remaja putri.

​Pendampingan Ibu Hamil: Pemeriksaan rutin kehamilan, pemenuhan gizi seimbang, serta konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

​1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Penekanan pada pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama, dilanjutkan MPASI kaya protein hewani, kelengkapan imunisasi, dan perbaikan sanitasi lingkungan.

​Penanganan Terpadu Sektor Hilir (Balita & Monitoring Desa):
​Validasi Data: Menyelaraskan data penimbangan Posyandu agar balita terindikasi stunting atau gizi kurang segera mendapat penanganan medis.
​Rencana Aksi Desa: Setiap desa menyusun jadwal intervensi lapangan serta didampingi langsung oleh Kader Kesehatan dan unsur FORKOPIMCA (Kecamatan, Koramil, dan Polsek).

​Evaluasi Berkala: Evaluasi pencapaian target SOP dilakukan secara berkala tiap tiga bulan melalui Forum Minilokakarya.
​Menjaga Tren Positif Penurunan Stunting
​Meskipun prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan telah mencatatkan penurunan signifikan—dari 21,4 persen pada tahun 2020 menjadi 3,91 persen pada tahun 2025—kehadiran SOP terpadu ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kasus baru (zero new stunting).

​Selain fokus pada stunting, Minilokakarya tersebut juga menyelipkan edukasi kesehatan reproduksi, seperti pentingnya pap smear untuk deteksi dini kanker serviks bagi perempuan di wilayah Gempol.

​Dengan berjalannya SOP terpadu ini, Kecamatan Gempol optimis dapat melahirkan generasi yang lebih sehat, unggul, dan bebas dari stunting.(Abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *