Pasuruan, REALITA -Belasan program JUT (jalan usaha tani) Di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peterikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan hingga pertengahan semester awal 2026 tak kunjung gulirkan,program yang di harapkan menjadi sarana transportasi dalam mempercepat distribusi hasil panen pertanian bagi para petani mulai di pertanyakan oleh kalangan dewan
Ketua komisi II DPRD Agus Setya Wardaha yang di konfirmasi melalui selulernya soal program Pembangunan JUT ,dengan tegas mengatakan jika dirinya belum mengetahui pasti kapan program di gulirkan oleh Dinas DKP3.
“kami belum mendapat informasi pasti kapan program yang sudah di anggarkan dari dana DAK dan DBHCHT ( dana bagi hasil cukai hasil tembakau) di gulirkan,kami segera tanyakan ke Kadisnya “jelasnya Rabu ( 10/06/26).
Keterangan yang sama di sampaikan oleh Sekretaris komisi II Arifin ,S,Sos bahwa molornya program pembangunan JUT di sebabkan adanya kebijakan efesiensi khususnya pengurangan dana DBHCHT dari pusat yang di terima oleh Pemkab Pasuruan
“ada sejumlah program JUT yang sudah di anggarkan dari dana cukai kemungkinan besar batal di laksanakan karena ada efisiensi, apakah ini berdampak pada pengurangan pada program JUT atau tidak kami belum tahu persis”jelas politisi PDI.P ini
Data yang di miliki awak media menyebutkan pada tahun 2026 ini,Pemkab Pasuruan akanmembangun prasarana transportasi di kawasan pertanian untuk mempermudah mobilitas alat/mesin pertanian dan mempercepat distribusi hasil panen dari lahan ke sentra pemukiman atau pasar.
Untuk anggarannya bersumber DAU sebanyak 20 titik dan dari dana DBHCHT ada 12 titik,program tersebut saat ini masih tahap perencanaan oleh konsultan.(abi/sul)
Editor/Sam*















