Denpasar, REALITA – Suasana hubungan antara eksekutif dan legislatif di Bali mendadak tegang. Gubernur Bali, I Wayan Koster, dikabarkan memberikan teguran keras kepada Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack, terkait pernyataan mengenai anggaran penanganan sampah senilai Rp400 miliar.
Kontroversi bermula ketika Dewa Jack menyebutkan bahwa DPRD Bali mendukung pencairan dana sebesar Rp400 miliar untuk pembangunan tempat pemrosesan sampah organik di Klungkung yang rencananya akan menampung sampah dari Denpasar.
Namun, hal itu langsung dibantah mentah-mentah oleh Gubernur Koster. Dengan nada tinggi, ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan keliru sasaran.
“Bohong, tidak ada itu. Itu salah. Sudah saya tegur!” tegas Koster.
Gubernur Wayan Koster meminta semua pihak, termasuk pimpinan dewan, untuk bisa membedakan definisi antara sampah mentah dengan material yang sudah melalui proses pengolahan.
Menurutnya, fasilitas yang ada di kawasan PKB Klungkung bukanlah tempat penampungan sampah organik mentah, melainkan tempat pemanfaatan cacahan sampah untuk dijadikan pupuk penghijauan.
“Bukan sampah organik mentah, tapi yang sudah dicacah. Itu material komposter, bukan sampah. Bedakan, ya!” tegasnya lagi.
Selain membantah soal anggaran fantastis tersebut, Koster juga menegaskan kembali soal kebijakan penutupan TPA Suwung. Ia menekankan bahwa penutupan lokasi tersebut adalah “harga mati” dan tidak boleh mundur, meskipun proyek PSEL belum berjalan.
Tanggapan Masyarakat
Perbedaan pendapat yang terjadi ini pun menuai sorotan dari publik. Banyak pihak berharap kedua belah pihak tidak saling bersitegang, melainkan justru saling menjaga dan melengkapi demi mencari solusi bersama.
“Dengan adanya perbedaan seperti ini seharusnya saling menjaga dan saling melengkapi untuk penanggulangan krisis sampah saat ini di Bali, baik Denpasar dan daerah sekitarnya. Sampah di Bali sudah menjadi buah bibir di mana-mana, dan oleh karena itu kita saling mencari solusi bersama, baik Gubernur dan semua Semeton seluruh Bali Raya,” ujar salah satu netizen.
M. Alfian Y















