Example floating
Example floating
Kriminal

Viral Video Baku Hantam di Probolinggo: Mediasi Sengketa Motor yang Dirampas DC Berujung Kekerasan

7647
×

Viral Video Baku Hantam di Probolinggo: Mediasi Sengketa Motor yang Dirampas DC Berujung Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, REALITA – Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi perkelahian fisik antara dua pria tengah viral dan menyebar luas di berbagai grup WhatsApp serta platform media sosial. Insiden tersebut diketahui terjadi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat malam (13/2/2026).

Dalam cuplikan video berdurasi singkat itu, terlihat dua pria yang awalnya bersitegang mulut, lalu tak terelakkan adu fisik. Identitas keduanya pun mulai terungkap. Salah satu pihak adalah Mahfud Rosi, warga Kecamatan Maron yang tampak mengenakan jaket kulit dan topi hitam. Sementara lawannya bernama Sahla, seorang pria yang diduga berprofesi sebagai debt collector dan tampak mengenakan kemeja batik serta songkok saat kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula dari niat damai. Mahfud mendatangi kediaman Sahla dengan tujuan melakukan mediasi terkait sepeda motor milik keluarganya yang sebelumnya dirampas. Namun, diskusi yang seharusnya berjalan musyawarah itu justru berubah menjadi konflik terbuka.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026) malam, Mahfud membenarkan kronologi tersebut. Ia menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik.

“Awalnya kami datang untuk berunding soal motor keluarga saya yang dirampas. Tapi situasi berubah jadi cekcok dan baku hantam,” ujar Mahfud.

Menurut penuturannya, adu argumen sempat terjadi di dalam rumah sebelum suasana semakin memanas hingga melibatkan fisik. “Sempat adu argumen. Tiba-tiba dia main tangan, saya luka di dekat mata,” tambahnya.

Mahfud juga mengungkapkan bahwa video perkelahian itu direkam oleh istri Sahla, yang kemudian menyebar luas hingga menjadi perbincangan publik.

Menanggapi kejadian ini, Mahfud telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kraksaan. Ia berharap proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku. “Saya ingin Probolinggo bersih dari premanisme,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Sahla belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apa pun terkait insiden dan tuduhan yang menjeratnya. Berbagai upaya konfirmasi yang dilakukan masih belum membuahkan hasil.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *