Pasuruan, REALITA -Wakil Bupati Pasuruan Sobih Asrori menghadiri acara istighosah Jumat Legi yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan di Masjid Besar Al-Mukhlashin, Jalan Raya Surabaya–Malang, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Jumat (03/07/26)
Acara tersebut juga menjadi momentum memperkuat hubungan antara pemerintah dengan organisasi keagamaan agar selalu terjalin dengan baik , juga untuk mendengarkan saran dan masukan konstruktif di bidang pendidikan Keagamaan.
Mujtabah Abdussomad Musytasyar PC NU Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya didepan ribuan jamaah meminta kepada Pemkab Pasuruan untuk melanjutkan program program Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini di nilai banyak memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan karakter anak anak.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Pasuruan melanjutkan program wajib Madrasah Diniyah yang sebelumnya telah berjalan. Menurutnya, sejak tidak adanya instruksi wajib Madin”jelasnya.
Dirinya berharap program tersebut kembali diperkuat sehingga pendidikan keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Pasuruan Sobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama yang dinilainya terus berkontribusi menjaga kehidupan keagamaan dan sosial di Kabupaten Pasuruan melalui kegiatan istighosah.
Pria yang familier di panggil Gus Sobih ini menambahkan,Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar masyarakat meski kemampuan anggaran daerah terbatas.
Salah satu komitmen tersebut adalah melanjutkan program layanan berobat gratis bagi masyarakat serta pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Purwodadi melalui skema pembiayaan dari pemerintah pusat.
Terkait program wajib Madin, di pastikan kebijakan tersebut tidak dihentikan, melainkan sedang diformalkan agar memiliki sistem pelaksanaan yang lebih tertata dan akuntabel.
Ia mengungkapkan hasil evaluasi di Kecamatan Gempol yang menunjukkan masih adanya peserta didik yang memperoleh surat keterangan Madin meski tidak mengikuti proses belajar secara rutin. Kondisi itu, menurutnya, menjadi alasan pemerintah melakukan pembenahan sistem administrasi.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini tengah menyiapkan digitalisasi data Madrasah Diniyah. Sistem tersebut akan memuat data lembaga, guru, serta peserta didik secara terintegrasi sehingga penyaluran bantuan maupun administrasi Madin dapat berlangsung lebih transparan dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Pasuruan meminta doa seluruh warga Nahdliyin agar pemerintah mampu merealisasikan berbagai aspirasi yang disampaikan PCNU Kabupaten Pasuruan, khususnya dalam penguatan pendidikan Madrasah Diniyah.(Abi/sul)
Editor/Sam*















