Pasuruan, REALITA -Dualisme kepengurusan di internal Yayasan Pancawahana Bangil Kabupaten Pasuruan ibarat bola panas yang menggelinding yang tak kunjung sampai ke tujuan ,masing masing pihak yakni kubu Sudiono Fauzan dan kubu Gus Najib keduanya saling mengklaim sebagai pengurus yang sah yang di buktikan mengantongi izin berupa legalitas akte pendirian yayasan
Gus Najib yang di konfirmasi sejumlah awak media di sela sela pemberangkatan jamaah ibadah haji pada Rabu ( 22/04/26) siang soal akte notaris,dirinya mempersilahkan pihak yang merasa sangsi atas keabsahan legalitas tersebut mereka bisa di buktikan dengan melakukan penelusuran ke Lembaga yang mengeluarkan
“abal abal dan tidaknya, buktikan di kemenkumham, bisa di cek di wibe sita,sekarang kalau mereka mempunyai kemenkumham berani gak mereka menunjukkan depan hukum,notaris atau di depan kopertais “jelasnya
Dirinya menambahkan. Kalau misalkan saudara Sudiono Fauzan mengklaim sebagai pengurus Yayasan yang sah dan telah mengangkat rector ,pertanyaannya sederhana saja apakah dia sudah mengurus ke notaris dan di lanjutkan di laporkan juga ke Kopertais ( kordinator perguruan tinggi keagamaan Islam swasta : red)
“jadi akte notaris yang abal abal itu kelompoknya pak Dion dan Kawan Kawan , saya tidak ngomong NU,sebab NU itu suci karena mereka tidak punya akte notaris”imbuhnya.
Pria menjabat sebagai musytasyar PCNU Bangil menegaskan bahwa sesuai dengan aturan sudah tegas bahwa PC NU tidak boleh menjadi Pembina,”kalaupun ini di urusan hingga ke Jakarta maka kami pastikan tidak akan bisa “jelasnya.
Perlu di fahami bahwa pengertian kalimat Yayasan ini di bentuk berada “di bawah naungan NU “pemaknaanya adalah menyangomi bukan memiliki ,perlu di garis bawahi Upaya kelompok mereka untuk menghapus dirinya dari pendir Yayasan tidak bisa,di tahun 2014 dirinya menjabat sejabat sebagai rois tandziah PC NU, pada tahun 2020 tetap nyantol dari perorangan.
Terkait somasi yang di layangkan kubu Sudiono,Gus Najib menuturkan bahwa isi dari kalimat somasi itu isinya bahwa Yayasan STANPANA milik NU “gak usah somasi,Adili saya pribadi, panggil saya,pak Dion saya hubungi,pak Edy Supriyanto,Taufik,pakk Rohim dan lainya sudah tak hubungi “tambahnya.(abi/sul)
Editor/Sam*















