BERITA BOGOR

Diduga Tak Mendengar Kereta Melintas, Lansia 83 Tahun Tewas Terserempet KRL di Bogor

1676
×

Diduga Tak Mendengar Kereta Melintas, Lansia 83 Tahun Tewas Terserempet KRL di Bogor

Sebarkan artikel ini

Bogor, REALITA – Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial MRS (83) meninggal dunia setelah terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Pondok Rumput, Kebon Pedes, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.

Korban diduga mengalami gangguan pendengaran sehingga tidak menyadari kedatangan kereta yang melintas dari arah Bogor menuju Jakarta saat dirinya berjalan kaki di bantaran rel.

Kapolsek Tanahsareal, Kompol Sonson Sudarsono, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sedang berjalan di pinggir rel ketika KRL melintas dari arah belakangnya.

“Untuk kronologi dari pihak saksi di lokasi bahwa yang bersangkutan sedang berjalan di bantaran rel kereta, kemudian tiba-tiba ada kereta yang dari arah Bogor menuju Jakarta. Korban tersebut terserempet,” jelas Sonson.

Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, korban bukan tertabrak secara langsung, melainkan terserempet kereta yang sedang melintas.

Korban diketahui merupakan warga asli Kampung Pondok Rumput. Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, pria kelahiran 1943 tersebut telah berusia lanjut dan memiliki gangguan pendengaran.

Petugas Inafis Polresta Bogor Kota kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi korban.

Setelah proses penanganan di lokasi selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk segera memakamkan korban.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Sumardi, mengungkapkan bahwa KRL sempat berhenti setelah masinis memberitahukan kepada warga mengenai adanya seseorang yang menjadi korban kecelakaan di jalur kereta.

Menurut Sumardi, saat itu posisi korban berada di tengah rel sehingga warga sempat menggeser jasad korban dari jalur tersebut.

“Kereta tadi sempat berhenti, tapi posisi di ekor (melewati posisi korban). Masinis di sana ngasih tahu bahwa tadi ada yang tertabrak. Sempat berhenti, ngasih tahu ke warga, karena memang tadi kondisinya sepi di sini,” ungkap Sumardi.

Sumardi menambahkan, korban selama ini diketahui mengalami gangguan ingatan atau pikun serta gangguan pendengaran. Dalam kesehariannya, korban juga kerap berjalan kaki seorang diri di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Ya memang (korban) sudah pikun, kesehariannya memang sering mondar-mandir. Kalau di sini sih jarang, biasanya di sebelah sana, jarang sampai menyeberang rel biasanya,” tuturnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api, mengingat kawasan rel merupakan area berbahaya yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas berjalan kaki.

Adw

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *