Berita Bangkalan

Tanjakan Maut, Sekolah Terhimpit, Air Garam Picu Kecelakaan: M. Hori Desak Pemkab Bangkalan Bertindak

3269
×

Tanjakan Maut, Sekolah Terhimpit, Air Garam Picu Kecelakaan: M. Hori Desak Pemkab Bangkalan Bertindak

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Seorang pemuda asal Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, M. Hori, menyampaikan tiga aspirasi sekaligus kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam kegiatan Jumat Manis di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (15/10/2026).

Tiga persoalan yang disorot M. Hori meliputi tanjakan ekstrem yang dinilai membahayakan pengguna jalan, kondisi sarana dan lingkungan belajar SDN Paterongan 01, serta ceceran air garam di jalan raya Paterongan yang disebut menjadi persoalan tahunan dan berpotensi memicu kecelakaan.

Dalam forum dialog tersebut, M. Hori berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar berbagai persoalan yang menyangkut keselamatan masyarakat dan kualitas pendidikan itu tidak terus berlarut-larut.

“Saya berharap dari ke-tiga aspirasi yang kami anggap cukup krusial segera mendapatkan solusi dari pemerintah kabupaten Bangkalan,” ujar M. Hori.

Tanjakan Ekstrem Paterongan Jadi Sorotan

Aspirasi pertama yang disampaikan M. Hori berkaitan dengan tanjakan ekstrem di Desa Paterongan yang disebut telah banyak memakan korban kecelakaan.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bangkalan segera meninjau kondisi lokasi dan mencari solusi untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan akan segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mencari solusi.

Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menangani kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

SDN Paterongan 01 Butuh Solusi

Aspirasi kedua menyangkut kondisi SDN Paterongan 01 yang dinilai belum mampu memberikan lingkungan pendidikan secara maksimal kepada peserta didik.

M. Hori menyoroti keterbatasan lahan sekolah yang menyebabkan ruang gerak siswa sangat terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan pelaksanaan kegiatan olahraga maupun upacara bendera.

Selain itu, aktivitas pandai besi di lingkungan sekitar sekolah juga dikeluhkan karena suara peralatannya dinilai mengganggu konsentrasi siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar peserta didik dapat menikmati lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung proses pendidikan.

Menanggapi aspirasi itu, Bupati Lukman Hakim menyampaikan akan segera mengomunikasikan persoalan tersebut dengan pemilik lahan sekolah, kepala desa, serta tokoh masyarakat untuk mencari solusi bersama.

Ceceran Air Garam di Jalan Raya Dikeluhkan Berulang

Persoalan ketiga yang disampaikan M. Hori adalah ceceran air garam di jalan raya Desa Paterongan. Masalah tersebut disebut berulang setiap tahun dan berpotensi membahayakan pengguna jalan hingga menyebabkan kecelakaan.

Ia berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menuntaskan persoalan tersebut, sehingga masyarakat tidak terus menghadapi risiko yang sama setiap tahun.

Bupati Lukman Hakim menanggapi aspirasi tersebut dengan menyatakan akan berkoordinasi dengan wilayah kabupaten yang memiliki perusahaan garam serta pihak-pihak terkait lainnya.

Koordinasi itu diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif agar persoalan ceceran air garam di jalan raya Paterongan tidak kembali berulang pada tahun-tahun berikutnya.

Menanti Realisasi Tindak Lanjut

Penyampaian tiga aspirasi tersebut menjadi bagian dari ruang dialog antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui kegiatan Jumat Manis. Forum ini memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan kritik, saran, serta persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Bagi M. Hori, ketiga persoalan yang disampaikan bukan sekadar keluhan, melainkan masalah yang menurutnya membutuhkan perhatian serius karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan dan hak peserta didik untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang layak.

Pernyataan Bupati mengenai rencana peninjauan lokasi dan koordinasi dengan pihak terkait menjadi respons awal atas aspirasi tersebut. Namun, masyarakat tentu berharap respons itu dapat berlanjut menjadi langkah nyata dengan kejelasan penanganan dan upaya pencegahan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Kini, tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Bangkalan terhadap ketiga aspirasi tersebut menjadi hal yang dinantikan, khususnya oleh masyarakat Desa Paterongan yang berharap adanya perubahan nyata bagi keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan bersama.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *