Berita Jawa Timur

DPRD Pasuruan Dorong Dana BTT dan TJSL Perusahaan percepat Rehabilitasi Pasar Kepulungan

1884
×

DPRD Pasuruan Dorong Dana BTT dan TJSL Perusahaan percepat Rehabilitasi Pasar Kepulungan

Sebarkan artikel ini

PASURUAN, REALITA —Pemulihan Pasar Desa Kepulungan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang hangus terbakar tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, berupaya menggalang dukungan dari perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).

​Hal tersebut disampaikan Samsul saat memantau langsung pembersihan dan pengangkutan puing-puing sisa kebakaran di lokasi Pasar Desa Kepulungan pada Selasa (13/10/2026).
​Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan bahwa pelibatan sektor swasta dipersiapkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

​Integrasi BTT dan Skema TJSL
​Untuk penanganan darurat jangka pendek, Samsul berharap alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat segera dicairkan dalam tahun anggaran ini.

​“Selain BTT, kami berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar pasar melalui skema TJSL. Namun, jika alokasi TJSL tahun ini sudah habis terpakai, kami berharap penanganan awal sepenuhnya ditangani melalui dana BTT terlebih dahulu,” ujar politisi PKB ini.

​Guna membuka peluang kontribusi dari dunia usaha, pihak DPRD telah berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan. Koordinasi ini bertujuan memasukkan kebutuhan rehabilitasi Pasar Kepulungan ke dalam menu atau kanal sistem dasbor TJSL daerah, sehingga perusahaan sekitar dapat secara langsung memilih untuk menyalurkan bantuannya ke proyek tersebut.

​Pembersihan Puing dan Kajian Teknis Kelayakan
​Sementara upaya penggalangan dana berjalan, penanganan fisik di lapangan mulai direalisasikan. Proses pembersihan puing-puing bangunan bekas terbakar dikerjakan menggunakan satu unit backhoe loader serta enam armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.

​Selain pembersihan selesai, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan kajian teknis. Hasil kajian ini akan menentukan formula pemanfaatan anggaran BTT serta kelayakan struktur bangunan yang tersisa.

​Samsul mengusulkan konsep pembangunan kembali pasar menggunakan konstruksi semipermanen agar pedagang dapat segera beraktivitas tanpa harus menunggu pembangunan gedung permanen yang memakan waktu lama.

​“Konsep yang kami pikirkan adalah membuat bangunan semipermanen—cukup berupa tiang penyangga dan atap. Mengenai tiang bangunan lama yang masih berdiri, Dinas Cipta Karya yang akan menilai kelayakannya secara teknis,” tambahnya.

​Sekilas Peristiwa
​Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda Pasar Desa Kepulungan yang berlokasi di Dusun Arcopodo, Desa Kepulungan, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden tersebut menghanguskan ratusan kios pedagang dengan perkiraan total kerugian material mencapai Rp2 miliar.(Abi/Sul)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Editor/Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *