BERITA BOGOR

KSB Gelar Pagelaran Wayang Golek, Dorong Dalang Muda Bogor Terus Berkarya

1854
×

KSB Gelar Pagelaran Wayang Golek, Dorong Dalang Muda Bogor Terus Berkarya

Sebarkan artikel ini

Bogor, REALITA — Upaya pelestarian seni dan budaya Sunda terus dilakukan di Kota Bogor. Kreatif Sinergi Bogor (KSB) menggelar pagelaran Wayang Golek di Lapangan Bantarjati Atas, RT 03/RW 13, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat malam (18/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor H. Dian Herdiawan, SP., MM., Lurah Bantarjati, Ketua RW, Ketua RT, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Ketua Kreatif Sinergi Bogor (KSB), Sandi Kurniawan atau yang akrab disapa Kang Sandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KSB ikut menjaga keberlangsungan seni budaya Sunda, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Giat tersebut bertujuan untuk melestarikan seni budaya di Kota Bogor, dan ingin mengangkat dalang muda di Kota Bogor untuk lebih berkarya dan berkembang,” ujar Sandi.

Dalam pagelaran tersebut, KSB menampilkan dalang muda asal Mekar Wangi Bantarjati , kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kang Bima Arya. Kehadiran dalang muda tersebut diharapkan menjadi bagian dari regenerasi pelaku seni tradisional Sunda di Kota Bogor.

Sementara itu, Disparbud Kota Bogor memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar KSB. Pemerintah daerah berharap kegiatan seni budaya serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan ke depan dapat masuk dalam Calendar of Event Kecamatan Bogor Utara.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kota Bogor, H. Dian Herdiawan, SP., MM., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, KSB dapat menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan tradisional Sunda.

“Wayang golek adalah seni boneka kayu tiga dimensi khas dari tanah Sunda, Jawa Barat, yang berkembang pesat sejak abad ke-19. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan moral, nilai kehidupan, dan kritik sosial melalui tokoh-tokoh ikonik seperti Cepot dan Semar,” ungkap Dian.

Menurut Dian, pelestarian kesenian tradisional juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pemajuan kebudayaan daerah, termasuk Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pemajuan Kebudayaan Daerah serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menambahkan, keberadaan wayang golek sebagai bagian dari warisan budaya Sunda memiliki nilai penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Wayang golek ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 7 November 2003,” tambah Dian.

Kegiatan pagelaran tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pelaku seni, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga eksistensi kebudayaan tradisional Sunda di Kota Bogor.

KSB berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin sehingga regenerasi seniman dan dalang muda di Kota Bogor dapat berjalan serta seni budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Ayax

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *