BERITA DAERAH

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Untuk Perluas Literasi Dan Pemahaman Perlindungan Jamsostek

1336
×

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Untuk Perluas Literasi Dan Pemahaman Perlindungan Jamsostek

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA – BPJS ketenagkarjaan menggandeng Media Se- Jawa Timur guna mamperkuat kolabari serta memperluas literasi , tujuannya adalah mendorong agar semakin banyak pekerja memahami urgensinya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, di sela sela acara Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan di Malang pada Senin ( 31/08/2026 ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia tidak dapat dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan menjangkau masyarakat secara luas.

 

“Bagi kami, media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk membantu menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya melindungi diri dan keluarganya,” ujar Saiful.

 

Hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi 48,07 juta peserta aktif. Pada periode yang sama, manfaat yang dibayarkan mencapai Rp42,46 triliun melalui 3,68 juta kasus klaim, serta manfaat beasiswa pendidikan kepada sekitar 90.000 anak.

 

Di balik capaian tersebut, Saiful melihat masih terdapat tugas besar yang harus diselesaikan bersama. Salah satu tantangan utama adalah memperluas perlindungan kepada pekerja informal. Dari potensi sekitar 77,8 juta pekerja informal secara nasional, sebanyak 13,56 juta atau sekitar 17,44 persen tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang perlindungan yang harus kita jangkau. Tantangannya adalah bagaimana pekerja informal, mulai dari pengemudi, pedagang, petani, nelayan hingga pekerja mandiri, melihat jaminan sosial bukan sebagai beban, tetapi sebagai kebutuhan untuk menjaga dirinya dan keluarganya ketika risiko terjadi,” kata Saiful.

 

Menurutnya, kedekatan media dengan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membawa isu perlindungan pekerja ke dalam konteks kehidupan sehari-hari, sekaligus mengangkat berbagai realitas dan persoalan pekerja yang ditemukan di lapangan.

 

Kolaborasi tersebut juga semakin relevan seiring transformasi BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti ketika klaim dibayarkan. Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan mendorong agar manfaat perlindungan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya.

 

Salah satu implementasinya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang telah dilakukan soft launching pada 18 Agustus 2026 secara serentak di 37 provinsi dan 45 titik. Program tersebut ditujukan khususnya bagi peserta dan ahli waris penerima manfaat agar manfaat yang telah diterima tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi bekal untuk kembali produktif dan mandiri.

 

Di tingkat daerah, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Sulistijo Nisita Wirjawan, turut menegaskan pentingnya kolaborasi dengan media dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

Menurut Sulistijo, media memiliki kedekatan dengan masyarakat dan dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan informasi perlindungan pekerja dengan bahasa yang lebih mudah dipahami serta sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.

 

“Kolaborasi dengan media sangat penting untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami berharap pemberitaan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mendorong semakin banyak pekerja menyadari pentingnya memiliki perlindungan,” ujar Sulistijo.

 

Ia menambahkan, berbagai informasi maupun kondisi yang ditemukan media di lapangan juga dapat menjadi masukan bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam memahami kebutuhan masyarakat dan memperkuat pendekatan perlindungan pekerja.

 

Melalui sinergi yang semakin kuat dengan insan media, BPJS Ketenagakerjaan berharap pesan mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian, perlindungan pekerja tidak hanya dipahami sebagai program, tetapi menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan pekerja dan keluarganya.( abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *