Bogor, REALITA — Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kendala pada Jumat (28/8/2026). Persoalan data desil penerima bantuan menjadi salah satu penyebab warga mempertanyakan proses penyaluran di lokasi.
Sejumlah warga mengaku telah masuk dalam kelompok desil 2 hingga 4, namun ketika dilakukan pengecekan melalui sistem yang digunakan dalam penyaluran bansos, sebagian di antaranya justru tidak tercatat sebagai penerima.
Kondisi tersebut membuat proses penyaluran berjalan tersendat. Antrean warga yang ingin memastikan status desilnya juga memicu kerumunan dan sempat menimbulkan ketegangan antara warga dengan petugas kelurahan.
Salah seorang warga bahkan mengaku bantuan berupa beras yang sebelumnya telah diterimanya justru diminta untuk dikembalikan.
“Beras yang sudah saya terima dan sampai di rumah, diambil kembali oleh pihak kelurahan,” ungkap warga tersebut.
Keluhan serupa mendapat perhatian dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pasir Jaya, Andri Junaedi.
Menurut Andri, persoalan ketidaksesuaian data dalam sistem bantuan sosial menunjukkan masih adanya persoalan dalam mekanisme pendataan dan penyaluran bansos yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Gagalnya pemerintah dalam sistem mengurus bantuan sosial membuat banyak bantuan tidak tepat sasaran sehingga memicu kegaduhan di wilayah,” ujar Andri.
Andri mengaku menyaksikan langsung proses pengecekan data di lokasi. Ia menyebut terdapat warga yang ketika dilakukan pengecekan melalui operator kelurahan tercatat berada pada desil 1 hingga 4.
Namun, ketika data tersebut diproses melalui sistem penyaluran, sebagian warga justru dinyatakan tidak lolos.
“Yang terjadi hari ini saya menyaksikan langsung. Saat dicek desil di operator kelurahan, muncul desil 1 sampai 4. Ketika masuk antrean dari sistemnya malah ditolak. Kan aneh. Padahal sudah jelas desilnya dan ada juga yang dicetak, tetapi ada yang lolos dan ada yang tidak. Memang sistemnya yang tidak beres,” tegas Andri.
Lurah: Situasi Sudah Kondusif
Sementara itu, Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, S.STP., membantah jika kondisi di lokasi disebut sebagai kericuhan yang berkepanjangan.
Saat dikonfirmasi awak media Realita, Rizki mengatakan kondisi di kelurahan telah kembali kondusif. Menurutnya, kerumunan warga lebih disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang secara bersamaan ingin melakukan pengecekan data desil.
“Kisruh sih tidak. Alhamdulillah sudah kondusif. Warga hanya sedang mengantre untuk mengecek desil. Karena keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM), akhirnya timbul kerumunan,” jelas Rizki.
Terkait persoalan desil, Rizki membenarkan adanya kendala dalam sistem. Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Kelurahan Pasir Jaya.
“Memang betul terkait desil ada kendala. Tapi ini terjadi bukan hanya di Kelurahan Pasir Jaya dan bukan hanya di tingkat kota atau kabupaten. Kemungkinan ini terjadi dalam skala nasional, karena banyak masyarakat yang mengalami perubahan atau kenaikan desil,” ungkapnya.
Rizki menambahkan, pihak kelurahan saat ini juga menghadapi kesulitan dalam proses penyaluran bansos akibat adanya kendala pada data desil tersebut.
“Saya tidak bisa menyalahkan salah satu pihak. Yang pasti, dengan situasi dan kondisi sekarang, kami mengalami kesulitan dalam penyaluran karena adanya kendala terkait desil,” pungkas Rizki.
Ayax














